Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Dendrobium Indonesia Raya ‘Ayah’

Gambar
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh foto: Anggrek Ayah Form ini benar-benar eksklusif karena plantnya hanya satu-satunya di dunia. Kabarnya akan diperbanyak secara secara kultur jaringan meristem. Tetapi entahlah apa sekarang sudah diperbanyak ataukah ada kendala, belum/tidak menemukan informasinya. Apalagi blog ini juga sudah lama tidak aktif. Dinamakan form ayah karena yang memberi nama adalah pemilik link ‘Anggrek Ayah’. Bisa disebut sebagai form tercantik dari semua anggrek Dendrobium Indonesia Raya. Klaimnya berlebihan? G juga karena form ini memang menggaet predikat “ Anggrek Unggul Nasional 2008 ” pada Lomba Anggrek Unggul Nasional 2008 di Surabaya. Dari tampilan foto (dan memang hanya satu-satunya itu) tampak kalau bunganya beda banget ya. Tampak tebal dengan lidah ungu yang terlihat lebih lebar dibanding form lainnya. Sepal-petal putih dengan gradasi ungu yang tampak samar-samar. Begitu juga dengan pola stripen...

Dendrobium Indonesia Raya ‘Ina’

Gambar
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Siapa yang memberi nama var. Ina? Entah, belum menemukan infonya. Tetapi yang jelas foto ini berada pada akun Fb Truly Orchids Paradise Nursery milik Ricky Silamurti yang notabene merupakan keponakan dari sang penyilang. So bisa jadi nama ini diberikan oleh beliau atau bahkan p Wira sendiri. Secara umum tampilannya ya memang mirip varian lainnya. Tetapi mari kita perhatikan dengan cermat agar tahu perbedaannya. Lips/labellum terlihat lebih sempit atau tidak terlalu melebar seperti form lainnya. Mungkin efek dari lateral lobe yang tidak membuka, atau melebar sedikit. Ketiga sepala tidak melengkung atau cenderung datar dengan ujung sepal dorsal agak melekuk. Petal melengkung (bukan melintir) Warna dan kombinasinya ya seperti di foto. Cuman satu foto ini yang sanggup admin temukan, sehingga tidak ada sampel pembandingnya. Ada ide?

Dendrobium Indonesia Raya 'Mutation/Splash'

Gambar
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Nama anggrek ini memang termasyhur. Selain memang cakep bener, hasil karya salah satu maestro anggrek Indonesia. Maka tidak mengherankan apabila banyak yang mencoba membuat remake-nya, meski memang tidak bisa dipungkiri kebanyakan Dendrobium Indonesia Raya yang beredar hasil proses kloning supaya tampil seragam. Meskipun begitu, ada juga beberapa breeder yang mencoba peruntungan dengan membuat perbanyakan secara generatif (mempertemukan seed dan pollen) sehingga akan ada lebih banyak lagi variasi. Dan ini buktinya ....   Anggrek hibrid mutasi hanya bisa dihasilkan dari proses generatif. Bisa karena rekayasa genetika atau rekayasa kimiawi (melalui media kultur), termasuk Dendrobium Indonesia Raya versi ulang ini. Sorm mutasi ini sepertinya masih langka ya dan beda-beda formnya. Ada red splash, blue splash, dan bahkan Edina splash. Tetapi admin belum melakukan investigasi lebih...

Dendrobium Indonesia Raya ‘Blue'

Gambar
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Berada di peringkat kedua form terkenal dengan populasi terbanyak yang ada di pasaran Indonesia. Meski disebut blue, warnya tidak biru betul. Ungu tetapi lebih besar kandungan warna birunya dibanding merah. Kita tahu kalau warna ungu adalah warna sekunder yang merupakan percampuran warna merah x biru. Berbeda dengan form ‘Red’ yang sudah dipastikan perbanyakan melalui kloning, apakah forma ‘Blue’ juga diperbanyak dengan kloning? Entahlah! Tetapi sepertinya ada yang membuat versi ulang yang muncul warna kebiruan yang cantik (entah efek kamera ataukah benar-benar kebiruan?). foto: Lukito Wardani (Fb)

Dendrobium Indonesia Raya ‘Red'

Gambar
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Satu form yang paling familiar dan paling banyak beredar (populasinya) di kalangan pecinta anggrek. Warnanya ungu-merah. Ada yang memang benar-benar merah. Setidaknya begitulah foto-foto yang beredar, karena bisa jadi efek kamera ya. Tetapi memang kalau menjelang tua, warna merah kian keluar, sudah bukan ungu-merah lagi. Ciri khasnya pada warna lidah, ungu-merah. Bahkan terkadang bisa merah maroon atau merah pekat. Salah satu form Dendrobium Indonesia Raya yang berasal dari tangan dingin senior penganggrek Indonesia yang sudah diperbanyak dengan mericlone, sehingga karakter dan bunganya sama. Alhamdulillah dapat versi ori penyilangnya meski berupa lukisan buatan p Karyono Apic (Fb) berdasar foto yang diunggah seminggu sebelum penyilangnya tutup usia.

Forma Dendrobium Indonesia Raya

Gambar
  اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ada beberapa form Dendrobium Indonesia Raya. Atas perbedaan ini, ada yang menyebutnya variety/varian/variasi. Sebenarnya yang lebih tepat sebutannya adalah ‘form’, karena perbedaannya masih sedikit dan tidak mencolok. Menariknya, nama semua form bukan berasal dari p Wirakusuma S., sebagai penyilangnya. Orang lainlah yang melabelinya. Ada pekebun (lain), pengkoleksi, seller, dan pecinta anggrek lainnya. Tradisi selama ini, (di Indonesia) breeder senior sering g peduli dengan nama-nama form, atau istilah yang tepat adalah g ada waktu untuk ngurusin hal-hal receh seperti itu. Bahkan haskarnya banyak yang tidak didaftarkan. Bayangkan karya p Ayub S. Pranata saja katanya menembus angka 10K. Lha yang diregister hanya seratus lebih. Para senior lebih berfokus berkarya, meski katakanlah hasil karyanya tidak terkenal atau tidak didaftarkan. Berbeda dengan breeder sekarang, walau memang d...