Forma Dendrobium Indonesia Raya

 

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ada beberapa form Dendrobium Indonesia Raya. Atas perbedaan ini, ada yang menyebutnya variety/varian/variasi. Sebenarnya yang lebih tepat sebutannya adalah ‘form’, karena perbedaannya masih sedikit dan tidak mencolok.

Menariknya, nama semua form bukan berasal dari p Wirakusuma S., sebagai penyilangnya. Orang lainlah yang melabelinya. Ada pekebun (lain), pengkoleksi, seller, dan pecinta anggrek lainnya.

Tradisi selama ini, (di Indonesia) breeder senior sering g peduli dengan nama-nama form, atau istilah yang tepat adalah g ada waktu untuk ngurusin hal-hal receh seperti itu. Bahkan haskarnya banyak yang tidak didaftarkan. Bayangkan karya p Ayub S. Pranata saja katanya menembus angka 10K. Lha yang diregister hanya seratus lebih. Para senior lebih berfokus berkarya, meski katakanlah hasil karyanya tidak terkenal atau tidak didaftarkan.

Berbeda dengan breeder sekarang, walau memang dari sisi arsip breeder sekarang lebih rapi dan detail.

Dulu yang diedarkan ke pasaran kan yang benar-benar terpilih ya dengan seleksi yang sangat ketat dari sang breedernya sendiri. Biasanya juga yang dipublikasikan atau dilepas hanya 1 atau 2 form. Jarang banyak. Karena pada masa itu standar kualitas masih diperhatikan betul-betul, mengikuti standar yang telah ‘ditentukan’ internasional. Terbaik dari yang terbaik yang diperkenalkan ke khalayak.

Sekarang? Beda.

Breeder zaman now melepas apapun hasil karyanya tanpa ada seleksi yang ketat. Semuanya dijual, asal ada yang beli. Banyak yang melepas karyanya masih berupa botolan, seedling, remaja, atau dewasa belum berbunga supaya perputaran modalnya bisa cepat. Pembeli mengandalkan keberuntungan untuk mendapatkan anggrek yang terbaik, bahkan untuk sekedar mendapat anggrek yang baik/bagus.

Breeder yang masih mempunyai idealisme seperti p Wirakusuma dan para senior sudah memudar. Ekonomi menjadi tujuan, idealisme nomor sekian.

Salah? G! Tetapi karya hibridanya tidak akan memiliki ciri khas.

foto: Dedek Setia Santoso Fb

Nah, antar form pada Dendrobium Indonesia Raya, sekilas bentuk bunganya memang mirip. Perbedaan terlihat pada warna, samar/jelasnya corak stripe, dan bentuk bunga yang berbeda sedikit satu sama lainnya. Memang form tertentu memiliki perbedaan yang sangat jelas dibandingkan form yang lain. Tetapi tetap saja tidak jauh-jauh ya perbedaannya. Masih tampak ciri khasnya Dendrobium Indonesia Raya (bisa dilihat pada artikel sebelumnya: ^^^^^ ).

Agar lebih memahami, baiklah mari kita ambil contoh form Dendrobium Indonesia Raya ‘Red’.

Dilabeli ‘red’ karena semua kultivar dari hibrid ini berwarna ungu kemerahan atau ada juga yang merah, disebut form ‘Red’. G peduli sepal petalnya berbeda warna atau tidak. Asalkan warna mayoritas merah ya semua disebut Dendrobium Indonesia Raya ‘Red’.

Berikut ada 9 form, entah valid atau tidak ya kita bahas saja tersendiri per formnya ya, insyaAllah!

  • Dendrobium Indonesia Raya ‘Blue’
  • Dendrobium Indonesia Raya ‘Blue Splash’ (Blue Mutation?)
  • Dendrobium Indonesia Raya ‘Edina’
  • Dendrobium Indonesia Raya ‘Edina Splash’
  • Dendrobium Indonesia Raya ‘Red’
  • Dendrobium Indonesia Raya ‘Nomor #3’
  • Dendrobium Indonesia Raya ‘Ayah’
  • Dendrobium Indonesia Raya ‘Ina’
  • Dendrobium Indonesia Raya ‘Thailand’

Kita tahu pelabelan nama form adalah untuk membedakan satu dengan yang lain supaya mudah dipahami. Alasan harga ya, karena ada form yang lebih mahal dibanding lainnya karena sulit dijumpai di pasaran. Yang jelas, penamaan form tentu punya makna tersendiri bukan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya