Catatan tentang Media Bambu
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Seorang teman bercerita, dia dulunya pernah bekerja pada orang bule yang punya kebun anggrek di Bali. Kebanyakan anggrek spesies dari Amerika Latin, seperti Stanhopea, dan lain-lain.
Menariknya,
pekebun memakai bambu sebagai medianya. Lebih awet dibanding kayu, kata teman.
Iseng, admin ada potongan bambu. Worth it lah untuk mencobanya juga. Dimasukkan begitu aja dari lubang atas bambu serumpun kecil anggrek Golden Shower.
Ternyata bisa berprogress juga, masyaAllah. Sayangnya, saat ada teman yang meminta anggrek, anaknya langsung mengambil anggrek dalam bambu itu. Memang tampak menarik sih.
Ya, sudahlah mau tidak mau ya harus direlakan, wong tadinya juga sudah disuruh milih.
Meski dikatakan awet, tetapi admin juga g ekspektasi pake bambu. Cukup kalau ada saja dan tidak ngoyo, meski di kebun belakang juga ada rumpun bambu.
InsyaAllah
akan disambung tulisan lainnya tentang media bambu.
Komentar
Posting Komentar