Problematika Anggrek: Duh Dendrobium bicaudatum-nya Sisa Segini!
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum sobats B.A.I.
Dendrobium bicaudatum Reinw. ex Lindl. 1858 (Kew) ini berasal dari
Mamasa. Sedihnya kini tinggal segini doang. Padahal dulu pas datang itu banyak
bulb dan lumayan tingginya. Kini seperti ada pada gambar. Alhamdulillahnya sudah beberapa kali berbunga.
Biasanya kalau belum kenal karakternya, author akan membagi (bila banyak ya) anggrek baru datang ke area/spot yang berbeda. Dengan maksud agar tahu mana agroklimat yang pas bagi si anggrek.
Nah, Dendrobium bicaudatum ini ada yang ditempel pada pohon dan potongan kayu yang diletakkan pada area yang tersiram sinar matahari meski hanya beberapa jam saja.
Pada area open, berkali-kali berbunga, meski tidak rajin atau hanya setahun sekali. Sedang yang berada pada pohon yang memang agak teduh dan hanya dapat sinar dari sela-sela tajuk pohon, anggrek rajin bertunas tetapi malas berbunga.
Nah, karena itu anggrek yang berada pada pohon pun dipindah ke media baru dan diletakkan pada spot terbuka.
Awalnya bagus ya. Anggrek berbunga. Tetapi lama-lama ngedrop. Anggrek dengan media potongan kayu pun ikutan ngedrop. Bersabar sebentar mungkin masalahnya bisa selesai. Eh, bulb-buln yang ngedrop bertambah.
Akhirnya, mau g mau dieksekusi kembali ditempelkan pada pohon. Semoga bisa survive dan berprogress bagus.(Ternyata pada kemudian bulan, anggrek yang semula berprogress baik lama-kelamaan ngedrop lagi. Mungkin karena perubahan tritmen dengan memberikannya fungisida dan pupuk-pupuk eksperimen).
Ya sudahlah, semoga kelak diberi kesempatan untuk merawat kembali anggrek Dendrobium bicaudatum.

Komentar
Posting Komentar