Tips & Tricks Anggrek: Memisahkan Anggrek Satu Bulb, Siapa Takut?
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum sobats BAI (Blog Anggrek Informatif)
Perlakuan pemisahan anggrek hanya satu bulb memang tidak disarankan.
Alasannya:
- Risiko gagal (mati) besar
- Progress sangat lama karena energi yang dibutuhkan sangat besar
- Tunas anakan yang muncul biasanya berukuran kecil (di bawah standar kenormalan)
Itu kata pakar dan teman-teman penganggrek senior lainnya.
Namun bukannya tidak bisa dilakukan ya. Kita tetap
boleh melakukan pemisahan satu bulb bila memang terpaksa melakukannya karena untuk
menyelamatkan bulb yang masih hidup akibat terserang hama dan/atau penyakit. Selain itu untuk mendapatkan pengalaman berharga, kita memang harus rela berkorban (dengan asumsi gagal).
Admin sendiri lebih memilih terakhir ini, yakni mendapatkan pengalaman merawat anggrek dengan melakukan eksperimen pemisahan satu bulb dan telah beberapa kali melakukan ini. Ada yang karena memang didorong rasa penasaran dan ada pula yang dilakukan karena keterpaksaan, yakni anggrek terserang penyakit.
Salah satu anggrek yang dibuat eksperimen adalah Dendrobium aggregatum.
Dicoba hanya dipisah satu bulb dan dipilih yang memang sudah tua.
Hasilnya adalah …
- Progress terbukti memang lama
- Tunas anakan yang muncul berukuran kecil dan stagnan atau berhenti tumbuh walau ukurannya kecil. Begitu juga dengan bulb berikutnya, tetap kecil.
Gpp. Toh bulb gundul ntar kan mati juga dan secara
alamiah hoki-hokian juga apa mau tumbuh tunas anakan atau g. Dengan cara
dipisah, kans untuk tumbuh anakan juga besar karena bulb akan mempertahankan
kelestarian hidupnya dengan memunculkan tunas anakan (perkembangbiakan
vegetatif) atau bunga (perkembangbiakan generatif). Apalagi kalau bulb gundul,
ya ga apa-apalah sebagai pengalaman. Kalau berhasil kan bisa praktik untuk bulb-bulb
gundul lainnya.
Komentar
Posting Komentar