A – Z Humidity/Kelembaban: Pengertian & Faktor yang Berpengaruh
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Agar anggrek tumbuh baik, ada syarat-syarat yang harus kita penuhi, yakni apa yang umum disebut dengan Agroklimat. Salah satu faktornya adalah Kelembaban, Kelengasan, atau Humidity.
Setiap anggrek berbeda-beda kebutuhannya, tetapi secara umum, anggrek spesies lebih membutuhkan kelengasan tinggi karena biasanya habitat hidupnya di hutan-hutan yang lembab.
Tentu saja untuk memenuhi standar humidity tiap anggrek yang berbeda-beda akan sulit kita laksanakan. Tetapi patokan terendah yang dapat kita usahakan adalah pada kisaran 60%.
Kelembaban sendiri merupakan tingkat kebasahan udara (jumlah air yang terkandung di udara). Standarnya pada udara jenuh prosentase kelembaban 100% jika dalam 1 m3 udara pada temperatur 300C mengandung 30 gram uap air dan 17 gram uap air pada suhu 200C.
Tentu saja untuk mengetahui udara jenuh dan berat uap air itu, sulit bagi kita. Tetapi kelembaban relatif tinggi umumnya ditemukan di dekat sungai, rawa-rawa, danau, sumber air (kubangan), semak-semak yang lebat atau pun hutan.
Secara sederhana, patokan kelembaban adalah sebagai berikut:
|
Ketinggian Tempat |
Semakin tinggi tempat semakin tinggi pula kelembabannya karena karena banyak titik-titik air akibat proses penguapan yang membumbung naik dan banyak terperangkap pada atmosfer atau benda-benda lain |
|
Sinar Matahari |
Semakin panas, air yang diuapkan kian tinggi, sehingga partikel air dalam udara juga kian meningkat |
|
Udara/Angin |
Angin (udara yang bergerak) membantu proses penguapan, tetapi di sisi lain juga menyebarkan/menggeser titik-titik air ke area yang lebih luas dan bisa membuat suatu lingkungan/area naik/turun kelembabannya tergantung faktor yang mempengaruhinya |
|
Kerapatan Vegetasi |
Semakin banyak vegetasi, laju evapotranspirasi juga akan semakin tinggi. Tetapi di sisi lain, uap air ini terperangkap oleh tajuk/kanopi pepohonan sehingga biasanya di bawah pohon kondisinya lebih lembab |
|
Curah Hujan |
Merupakan salah satu pendukung tingkat kelembaban air pada suatu kawasan. Semakin tinggi curah hujan kelembaban suatu kawasan juga kian tinggi |
|
Suhu |
Suhu rendah/sejuk lebih besar menahan penguapan partikel air dibanding suhu tinggi yang lebih mudah membuat proses penguapan |
|
Akumulasi Air |
Semakin banyak cadangan/pasokan air, kelembaban juga semakin tinggi |
Namun
pedoman/standarisasi umum di atas bisa berlaku nisbi/relatif ya. Artinya ada
kondisi khusus yang tidak mengikuti patokan di atas. Misalnya hutan lumut/padang
lumut/tundra yang terdapat di puncak suatu pegunungan yang tinggi dengan suhu
sangat rendah dan selalu tertutup kabut, kelembaban sangat tinggi bisa mencapai
100%.

Komentar
Posting Komentar