A – Z Humidity/Kelembaban: Pengukur Kelembaban dan Indikator Alami
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Cara Mencari Prosentase Kelembaban
Paling akurat tentu saja memakai perangkat/detektor penghitung humidity yang disebut Hygrometer, satuannya Relative Humidity (RH) yang dihitung secara prosentase (%).
Hygrometer ini ada yang manual/fisik, analog, ataupun digital. Tetapi kalau kita memiliki gawai tidak perlu membeli peralatan ini.
Atau bisa juga mencari prosentase kelengasan melalui internet. Cukup ketikkan ‘Humidity Today (+ Nama Area/Daerah kita tinggal), ntar akan muncul hasilnya. Tetapi platform internet ini hanya menunjukkan prosentase rata-rata yang meliputi seluruh daerah. Ya kita tinggal menambah atau mengurangi saja sesuai dengan tingkat elevasi kebun kita. Misalnya angka pada internet menunjukkan 65%. Untuk yang tinggal di area panas dapat menambahkan 5 – 10%. Artinya di kebun kita range kelembabannya 70 – 75%. Aman! Untuk daerah sejuk hasilnya 60% - 55%. Rawan!
Indikator Alami Kelembaban
Banyak indikator alami yang bisa menjadi petunjuk bagi kita untuk mendeteksi/mengira-ira seberapa besar tingkat kelembaban pada area kebun kita.
![]() |
| alga, lumut, dan jamur (searah jarum jam) |
Embun, Hujan, dan/atau Kabut/Halimun. Kelembapannya mencapai 100%.
Jamur. Jamur menyukai kondisi lembab. Mereka biasanya tumbuh/menempel pada tanah, tembok, media, atau kulit pohon.
Alga. Alga tidak dapat hidup tanpa air. Setetes air yang terus-menerus ada sudah cukup bagi alga untuk tumbuh.
Lumut. Lumut tidak tahan kering. Adanya lumut di kebun mengindikasikan kelembaban yang cukup/tinggi.
Paku Pakis. Meski tidak semua jenis ya, tetapi banyak Paku-Pakis yang tumbuh bagus pada area dengan kondisi yang lembab, seperti genus Adiantum. Di hutan, anggrek banyak berkoloni dengan jenis-jenis Paku-Pakis.
Di
lain pihak, kelembaban yang tinggi juga memicu populasi virus, jamur, lumut,
dan bakteri. Itulah mengapa pada musim hujan tanaman anggrek rawan terserang
kebusukan, baik disebabkan oleh bakteri, virus, atau fungi.


Komentar
Posting Komentar