Catatan Merah Hybrid Indonesia - Dendrobium Dikara

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu‘alaikum pecinta anggrek Indonesia

FYI:

Dunia Anggrek Hibrid Indonesia sejatinya begitu berkembang dengan baik, meski seringkali ketinggalan dengan para tetangga, seperti Singapore dan Thailand. Meski begitu karya-karya anak bangsa sudah memberi warna dan lembaran dunia hibrid Indonesia. Bahkan ada yang telah mentas ke level dunia, seperti karya Ayub Pranata atau Wirakusuma Silamurti.

Banyak juga sebenarnya hibrid Indonesia lainnya yang sayangnya informasinya super minim. Ada yang ada foto spesimennya, tetapi tidak ada IDnya. Begitu pula sebaliknya. Tentu saja kita sulit menelusuri atau membedah karena memang tidak jelas informasi dan silsilahnya.

Kondisi sekarang anggrek hibrid karya breeder lokal seringkali sudah sulit ditemui. Banyak sebabnya. Disayangkan bila tidak ada perhatian dengan membuat versi ulangnya atau menjaga kelestarian hibrid Indonesia yang masih ada. Karena meski telah dibuat salinannya, hasilnya tentu tidak sama. Apalagi kalau form indukan yang dipakai berbeda meski IDnya sama.

===============================

Banyak sih silangan breeder lokal yang tidak terkenal, padahal juga cantik (pastinya). Sayangnya (biasanya begitu karena menyilang masih sekedar hobi) yang kemudian hasil silangannya tinggal satu atau bahkan sudah g ada dan tidak dibuat ulangannya dengan berbagai penyebab.

Andaikan diremade pun, hasilnya bisa berbeda karena form tetuanya bukan form ori walau IDnya sama.

Salah satunya adalah …

 

Dendrobium Dikara

 

 

 

Originator

:

Dian Rahardjo

Registrated

:

RHS, 11/10/2010

Registrant

:

Directorate General Horticultural Indonesia (D.G.Hort.Indonesia)

Parents

:

Dendrobium Thongchai Gold × Dendrobium Burana Twist

Ancestors

:

Dendrobium schulleri 24.99%
Dendrobium bigibbum var. superbum 10.93%
Dendrobium tokai 8.59%
Dendrobium discolor 3.12%
Dendrobium stratiotes 1.56%
Dendrobium taurinum 0.78%

 

 

 

So, beruntunglah yang masih punya anggrek ini karena bisa disebut telah ‘punah’.

Foto: Dian Rahardjo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya