Dendrobium capra J.J.Sm. (4) Kasus Revisi Genus dan Endemisitas

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum temans Blog Anggrek Informatif

Ada 2 kasus yang menjadi fokus pada artikel kali ini.

Pertama: Perubahan Genus

M.A.Clem. & D.L.Jones telah melakukan revisi dan reklasifikasi pada anggrek spesies ini dengan nama baru Cepobaculum capra (J.J.Sm.) dan telah dipublikasikan di Orchadian 13(11): 486 (2002). Jadi, admin mengetahuinya terlambat ya.

Sedangkan nama sebelumnya, Dendrobium capra J.J.Sm. dipublikasikan di Bull. Dépt. Agric. Indes Néerl. 43: 52 (1910).  

Seharusnya … bila ada revisi seperti ini dan sudah dipublikasikan pada jurnal anggrek terkemuka, maka yang berlaku adalah nama barunya. Tetapi entahlah, mengapa mayoritas ahli takso dunia tetap berpegang pada nama taksonomi lama, Dendrobium capra J.J. Sm. Barometer ahli anggrek Indonesia, Kew group, tidak accepted revisi ini. Tentu ada penyebabnya dan yang bisa menjawab pertanyaan ini ya para ahli itu juga.

Beneran memang, para ahli takso itu musuh para pecinta anggrek karena membikin puyeng wkwk.

 

Kedua: Perubahan dalam Status Endemik

Dendrobium capra yang terkenal dengan nama lokal/Indonesia Anggrek Larat Hijau, ditemukan pada area baru, yakni di Lesser Sunda Islands, TN Matalawa tepatnya.

Dari hasil investigasi/penelitian, anggrek ini menumpang pada pohon Kananggar (Dillenia pentagyna) di kawasan hutan Resort Praingkareha (SPTN Wilayah II Lewa). New record ini telah dimasukkan IOSPE ke dalam linknya, tetapi Kew masih bertahan pada pendapat keendemikan Jawa.

Unggahan paling ‘tua’ in-situ yang admin temukan diunggah oleh Rachmat Setiawan (Flickr) tanggal 12 Juli 2010.

Sebenarnya wajar juga sih bila tak semua ahli anggrek bersepakat karena untuk melakukan cekricek juga memakan waktu yang lama dan tentu saja apa yang menjadi keputusan bisa dipertanggungjawabkan.

 

FYI:

Dendrobium capra termasuk anggrek yang berada dalam daftar CITES Apendiks II. Artinya hanya boleh diperdagangkan apabila berasal dari hasil perbanyakan dan bukan pengambilan langsung dari alam.

Statusnya juga terancam punah di habitatnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya