Kontroversi Anggrek dengan Nama Dagang

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Biasanya para seller akan mencantumkan nama anggrek yang dijualnya. Terkadang, didorong rasa penasaran ingin tahu lebih banyak informasi dari anggrek yang kepingin kita beli, mencarilah kita di internet. Ternyata … memang banyak yang sekedar nama dagang saja atau tidak diregister atau memiliki identitas resmi. 

Beberapa contoh:

  • Cymbidium Golden Boy – nama registrasi Cymbidium Golden Elf
  • Dendrobium seri Transient dan Verus, produk PT Eka Karya
 
  • Dendrobium Coyote Red, Dendrobium Rabbit Pink, Dendrobium Capung
  • Seri Agrihorti dari Balithi, terbawah Kementerian Pertanian

Tidak ada yang salah sebenarnya dengan nama dagang karena memang tidak semua silangan itu didaftarkan. Banyak sebab, seperti keribetan mengirim spesimen ke Eropa (sebelum internet meraja), membayar biaya yang tidak sedikit ($ 12), lupa ID induk, arsip pribadi yang berantakan, dan lain-lain.

Namun harus diketahui, bahwa:

  • Anggrek yang hanya memiliki nama dagang saja tidak bisa dijadikan sebagai indukan hibrid karena asal-usulnya tidak jelas
  • Nama dagang dengan merubah nama asli (register) akan membuat bingung dan prosentase perselisihan (pendapat) antar pecinta anggrek akan tinggi.

Runyamnya, banyak seller yang mengklaim ID/nama tertentu supaya anggreknya laku, padahal nama/IDnya berbeda. Yang penting mirip dengan anggrek yang lagi viral, dibuatlah nama dagang yang nyerempet-nyerempet dengan anggrek yang paling diburu/laris.

Sebaiknya kita menahan diri untuk membeli anggrek dengan nama dagang dan mengeceknya pada link anggrek yang valid, seperti RHS (the Royal Horticultural Society) atau BlueNanta / OrchidRoots. Ada g nama dari anggrek yang kita taksir itu.

Untuk silangan dalam negeri seperti produk Balitbang, biasanya hanya didaftar sendiri melalui surat edaran Kementerian Pertanian. Sedangkan produk-produk PT Eka Karya tidak didaftarkan secara resmi, hanya memakai daftar saja. Syah dan syah. Hanya saja bila kita ingin menjadikannya indukan, harus mengetahui secara pasti asal-usulnya. Karena itu, ayo mulai sekarang peduli ID dengan benar, meski hanya sekedar penikmat kecantikan bunganya tanpa peduli IDnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya