Phorophyte, Apa Itu?

Assalamu’alaikum teman-teman B.A.I.

Sebagaimana kita ketahui bahwasanya anggrek merupakan salah satu kekayaan plasma nutfah yang (awalnya) berada di hutan-hutan tropis dan juga area alami lainnya, seperti mangrove, meskipun tidak banyak jenisnya.

Anggrek-anggrek tersebut beradaptasi dengan kondisi sekitarnya, baik makro maupun makroklimat. Pada musim hujan mendapatkan pasokan air berlimpah. Pada musim kering/kemarau, praktis hanya mengandalkan kelembaban yang tersisa dari tanah (penguapan air dari tanah) atau media tumbuhnya.

Anggrek sejatinya termasuk tumbuhan sukulen yang tahan kering tetapi tidak dapat menerima kondisi basah terus-menerus. Karena itu bisa dimaklumi apabila pada habitat alamiahnya benih atau biji-biji anggrek berkecambah dan bersemi pada area yang apabila diguyur hujan tidak menggenang dan ketika musim panas berjalan masih mendapatkan perlindungan dari sengatan sinar matahari. Media alami itu disebut Pohon Inang/Host Tree atau Phorophyte.

 


 

Pada musim kemarau, yang mana pepohonan pada meranggas dengan ranting dan dahan yang mengering, anggrek masih mampu bertahan dan hidup meski ‘berpegangan’ dengan akarnya pada ranting-ranting atau dedahanan pohon inangnya.

Tidak semua anggrek ‘mau’ tumbuh pada satu jenis pohon, tetapi ‘memilih’ sesuai karakter calon pohon inangnya. Tetapi umumnya hampir semua jenis anggrek tidak menyukai pohon inang yang memiliki getah/senyawa kimia karena pasti akan membunuh atau menghalangi proses perkecambahan calon-calon individu baru.

Di kebun kita, anggrek memang ‘terpaksa’ beradaptasi dan mau tidak mau harus hidup pada pohon yang mungkin tidak disukainya. Ada yang sukses beradaptasi, ada yang lama progressnya, dan banyak pula yang malas berbunga. Jadi memang pendapat bahwa pohon merupakan media terbaik bagi anggrek itu tidak sepenuhnya benar. Anggrek tertentu mempunyai syarat tertentu pada pohon inangnya agar bisa tumbuh-kembang dan berbiak dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya