Dendrobium rosellum Ridl., 1896

Assalamu'alaikum besties B.A.I.

Bagi para pecinta anggrek spesies, ‘musuh’ mereka adalah ahli botani!

Lho, kok bisa?

Ya, mereka ini sukanya merubah-rubah, edit, dan reklasifikasi suatu spesies.

Ya, memang ada alasannya juga sih. Tetapi kalau perbedaannya tidak begitu jauh atau hampir sama dengan sebelumnya artinya balik ke nama semula lagi, kenapa juga dilakukan (suatu) perubahan?

Tetapi memang tidak semua para ahli takso itu juga bersepakat terhadap sesuatu perubahan.

Salah satu contoh yang kembali direvisi adalah …

 

Dendrobium rosellum Ridl.

 

Mari kita lihat kronologi reklasifikasi berdasarkan tahun:

  • Dendrobium rosellum Ridl.; J. Linn. Soc., Bot. 31: 268 (1896) – deskripsi awal sudah dimasukkan ke dalam genus Dendrobium

  • Dendrobium modestissimum Kraenzl.; H.G.A.Engler (ed.), Pflanzenr., IV, 50 II B 21: 206 (1910) – genus tetap, tetapi ephytet berganti
  • Aporum rosellum (Ridl.) Rauschert; Feddes Repert. 94: 441 (1983) berganti genus, yakni Aporum dengan nama ephytet sama
  • Aporum modestissimum (Kraenzl.) M.A.Clem.; Telopea 10: 296 (2003) genus tetap, tetapi nama ephytet berbeda (heteronem)
  • Sekarang telah dikembalikan lagi ke deskripsi semula, yakni Dendrobium rosellum Ridl.

Membingungkan bukan?

FYI: nama anggrek yang dipakai setelah dilakukan revisi itu mengikuti tahun terkini/terakhir.

 

INFORMASI DALAM TAKSO

 

Family

:

Orchidaceae Juss.

Subfamily

:

Epidendroideae Kostel

Tribe

:

Dendrobieae Stephan Endlicher

Subtribe

:

Dendrobiinae Stephan Endlicher

Genus

:

Dendrobium Sw.

Ephythet

:

rosellum

Sinonim

:

Lihat paragraf di atas

Seksi

:

Aporum

Nama Local /Internasional

:

The Pink Spotted Dendrobium

Publikasi di

:

J. Linn. Soc., Bot. 31: 268 (1896)

Deskriptor

:

Henry Nicholas Ridley

Etymology

:

Dendrobium berasal dari bahasa Yunani/Greek, yakni “δένδρον (dendron) = pohon dan “βίος (bios) = hidup

rosellus, a, um berasal dari bahasa Latin (adjective) yang berarti (warna) pinkish

Ecology

:

bukit dan hutan pegunungan dataran rendah

Altitude

:

800 – 1100 m dpl

Phenology

:

Native to

:

Borneo, Malaya, Sumatera – West Malesia

IOSPE: penninsular Malaysia, Sabah, Borneo and Sumatra

Similar Plant

:

Native to

:

Borneo, Malaya, Sumatera – West Malesia

 

Ada 3 jenis dari seksi Aporum yang ada di kebun dan sulit dibedakan bila tidak berbunga. Tetapi dari pengamatan, ada 2 tipe perbungaan dari seksi ini. Satu kuntum bunga muncul dari ketiak daun. Satu lainnya kuntum bunga muncul dari ‘bulb tambahan’. Sepertinya Dendrobium roselum termasuk kategori terakhir.


 

O ya, Dendrobium hutan ini suka pada area ternaung.

Yang berasal dari Borneo (Sarawak dan/atau Kalimantan) warna bunganya lebih gelap dibanding dari Sumatra (termasuk Selabat, Singapura dan Penninsular Malaya).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya