Didymoplexis pallens Griffith
Assalamu‘alaikum kawans Blog Anggrek Informatif
Seperti telah disinggung pada postingan Genus of
Ochids: Didymoplexis, semua
jenis anggrek hantu terestrial (bukan yang epifit) memang termasuk tumbuhan achlorophyllous
atau aklorofil (tidak mempunyai zat hijau daun/klorofil yang merupakan agen
fotosintesis) dan juga tidak memiliki daun (leafless orchid). Jadi
memang tidak bisa memasak makanannya sendiri. Nutrisi dipasok oleh jamur
mikroba, mikoriza. Ketergantungan anggrek dengan jamur ini memang sangat
tinggi. Tanpa jamur, anggrek tidak akan bisa hidup.
Dari karakter seperti ini memang sudah tidak relevan
lagi kalau dimasukkan sebagai anggrek saprofit.
Taksonomi
|
Family |
: |
Orchidaceae |
|
Subfamily |
: |
Epidendroideae Lindley, 1821 |
|
Tribe |
: |
Gastrodieae Lindley, 1821 |
|
Subtribe |
: |
Gastrodiinae Lindley, 1840 |
|
Genera |
: |
Didymoplexis Griff. |
|
Epithet |
: |
pallens |
|
Descriptor |
: |
William Griffith, 1844 |
|
Synonyms
|
: |
Apetalum minutum Wight, Icon. Pl. Ind. Orient 5(1): 22, t. 1758 (1851) Arethusa bengalensis Hort. ex Hemsley, J. Proc. Linn. Soc., Bot. 20: 311 (1884) Arethusa ecristata Griffith in McCelland, Post. Pap. Griff. 3: 378 (1851) Cheirostylis kanarensis Blatt. & McCann, J. Bombay Nat. Hist. Soc. 35: 732-3, f. 4 (1932) Didymoplexis brevipes Ohwi, 1937 Didymoplexis pachystomoides (F.Muell.) Garay & Kittr., Bot. Mus. Leafl. 30(3): 48 (1985) Didymoplexis subcampanulata Hayata, 1912 Didymoplexis sylvatica (Blume) Ridl., J. Bot. 345 (1884) Epiphanes pallens (Griffith) Rchb.f. in Seem., Fl. Vitensis 296 (1868) Gastrodia pallens (Griffith) F.Mueller, Contr. phytogr. New Hebrides 22 (1870) Leucorchis minuta (Wight) Blume, 1859 Leucorchis sylvatica Blume, Mus. Bot. 1:31 (1849) Nervilia pachystomoides (F.Muell.) Schltr., Bot. Jahrb. Syst. 45: 404 (1911) Pogonia pachystomoides F.Muell., Fragm. 8: 174 (1874) |
|
First published |
: |
Calcutta Jour. Nat. Hist. 4: 383, t. 17. 1843 |
|
Common Names |
: |
The Pale Didymoplexis Crystal Bell the Ghost Orchid |
|
Closed Genera |
: |
Gastrodia R.Brown, 1810 Didymoplexiella Garay, 1954 Didymoplexiopsis Seidenfaden, 1997 |
|
Etimology |
: |
the Greek didymos yang berarti dobel, kembar, atau ganda plexis artinya benang, memutar, menenun, atau anyaman; mengacu pada 2 baris papila atau kalus yang saling mengunci/bertautan pada labellum |
|
Elevasi |
: |
0 – 450 m; 5 - 400 m dpl |
Distribusi
- Afghanistan
- Bangladesh
- Bhutan
- China: Fujian, Himalaya
- India: Assam
- Indonesia: Jawa, Sumatera, Kalimantan
- Japan: Ryukyu Islands
- Malaysia: Sabah Serawak
- Myanmar
- Negara/wilayah di Kepulauan Pasifik: Vanuatu, Niue, Caroline Islands dan wilayah Pacific Islands lainnya
- New Guinea
- Philippines
- Taiwan
- Thailand
- Vietnam
- Australia: Christmas Island, Queensland
Bunga

Bunga mekar sempurna dan berwarna putih solid pada tangkai bunga setinggi 20 (ada juga yang mengatakan 26 cm). Interval rata-rata panjang stem, 60 – 250 mm dan berwarna coklat.
Bunga mekar satu persatu. Tetapi ada pula yang mekar bareng dalam satu tangkai 2-3 kuntum. Bahkan dalam satu video, terlihat ada yang mekar hingga 5 kuntum!
bentuknya seperti lonceng.
Bunga berwarna putih bersih dengan diameter 0,8 – 1,25 cm. Ada yang mengatakan lebar 13 mm dan panjang 16 mm. Bibir bunga kuning.
Periode Bunga: minggu-minggu awal musim penghujan. Bulan tidak dapat dipastikan, selain adanya perubahan iklim juga setiap area memiliki jadwal musim hujan yang berbeda-beda
Di Indonesia, kini/2022, sudah dimulai sekitar bulan September atau Oktober.
Habitat
Anggrek ini biasanya hanya ditemukan pada rumpun bambu. Tetapi ada juga literatur yang menyebut habitat lainnya, seperti hutan berumput, padang rumput, hutan hujan, dan lereng yang teduh.
House Plants
Bambusa arnhemica (paling umum ditemukan menurut Franklin and Kerrigan, 2005)
Dendrocalamus asper
Dendrocalamus giganteus
Dinochloa scandens
Gigantochloa apus
Gigantochloa atroviolacea
Gigantochloa atter
Gigantochloa verticillate
Melocanna baccifera
Neololeba atra
Phyllostachys aurea
Total spesies yang sudah dikonfirmasi sebagai inang:
- Bambusa spp. (11 species)
- Gigantochloa spp. (11 species)
- Dendrocalamus spp. (6 species)
- Schizostachyum spp. (6 species)
- Arundinaria spp. (2 species)
Di the Indian Botanic Garden bahkan Sindora wallichii (Fabaceae) juga sebagai pohon inang.
FYI
- Coverage cov .622 .309 atau 60 – 80%
Soil pH ph .213 -.688
Soil humidity rht -.799 -.042
Temperature temp -.837 .023
Air humidity rhu .673 -.199 atau 40-60%
Litter thickness Ltk .216 .730 - Tidak melakukan pengamatan pada akar dan rhizome, karena anggrek berada di kebun orang.
CITES Status: Appendix II
- Jawa mempunyai 6 species dari genus Didymoplexis. 5 endemic Jawa Barat (Bogor).
- Singapura melakukan konservasi
ex-situ dengan mengimpor bibitnya. Tidak diketahui dari negara mana.




Komentar
Posting Komentar