Epidendrum secundum Jacq. (3) Morfologi, Karakter 'N' Keunikan

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

Morfologi

Bulb tinggi dan ramping (stem). Uniknya bisa distek layaknya anggrek monopodial.

Akar sedikit dengan permukaan berwarna putih dalam hijau. Ujung akar hijau.

Untuk morfologi selanjutnya tidak dibahas secara khusus. Informasi tersebar pada seluruh seri artikel ini (1 – 4).

 

Karakter

Cepat tumbuh tinggi

Bunga ‘sequential’ atau tumbuh terus dari tangkai bunga yang sama  atau mekar terus-menerus. Katanya bisa lebih dari satu tahun.

Cocok untuk iklim semi tropis dan tropis

Mudah perawatannya dan cocok untuk pemula

 

Pembungaan

Per bulb bisa berbunga 1 hingga 12 x

Flowering time minimum 4 minggu, bahkan bisa lebih

Tidak wangi

 

Anjuran Agroklimat

Penempatan: ternaung hingga open terkena simat beberapa jam dengan sirkulasi udara bagus

Temperatur: 15° – 22°C

Kelembaban: 70 – 80%

 

Anjuran Penyiraman

Seminggu sekali atau saat media telah kering. Bisa juga ditambahkan pengabutan/spray lembut saat hari/suhu panas (musim kemarau). Tetapi yang afdhol ya menyesuaikan aja sesuai dengan kondisi kebun/media masing-masing.

 

Keunikan dan Kelebihan

Umum (Genus)

Mampu tumbuh secara epifit, litofit, dan terestrial.

Di benua Latin dianggap sebagai anggrek liar dan kurang begitu dihargai! Dijadikan sebagai bunga potong juga! Pyuhhh, di Indonesia tetap dipuja meski harganya juga termasuk murah. Sebanding dengan tingkat kerewelan yang super rendah.

Terkenal sebagai anggrek yang mudah perawatannya dan cocok untuk pemula.

Meski memiliki akar sedikit dan relatif besar (sesuai besar plant) yang merupakan ciri khas akar anggrek monopodial, anggrek Epidendrum bertipe simpodial dan menghasilkan keiki laiknya genus Dendrobium.

 

Khusus (Spesies Epidendrum secundum)

Memiliki biji terpanjang dari familia Orchidaceae, mencapai 6 mm!

Bunga non-resupinate (lihat kamus) dengan variasi warna beragam. Ada ungu, merah, oranye, atau kuning, dengan kalus yang menonjol pada bibir yang trilobate.

Ciri khas labellum memiliki (satu) kalus putih yang besar dan berornamen

 

Hama dan Penyakit

Umumnya anggrek yang berasal dari Amerika Latin bila berada di Indonesia diserang kutu skala (scale) dan mites. Tetapi biasanya tiap kebun juga berbeda-beda jenis hamanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya