Genus Didymoplexis Griffith
Assalamu‘alaikum guys
Dulu genus Didymoplexis (dan genus lainnya yang memiliki karakter serupa) dianggap sebagai golongan anggrek saprofit (saprophytes plant). Namun setelah adanya berbagai penelitian, istilah ini ternyata tidaklah tepat, karena mereka tidak bersifat sebagai dekomposer layaknya tumbuhan saprofit lainnya. Lebih tepat bila digolongkan ke dalam anggrek atau tumbuhan mycoheterotrophic – ada juga yang menyebutnya holomycotrophic –, yang mana dalam keberlangsungan kehidupannya tergantung adanya jasad renik semacam jamur mikoriza yang hidup dalam serasah bambu.Genus Didymoplexis dan genera sebangsanya memang tidak mampu membuat makanannya sendiri. Makanan dipasok oleh mycorrhizal fungi. Bila jamur tidak ada, tidak akan muncul anggrek hantu. Karena itu tidak semua rumpun bambu mampu memunculkan anggrek-anggrek yang dikenal sebagai Anggrek Hantu, Ghost Orchids, Leafless Orchids, atau Anggrek Aklorofil.
Berdasar observasi, genus Didymoplexis di Jawa paling banyak sedunia, yakni ada 6 species (Comber 1990). Disusul masing-masing 5 spesies berada di Thailand
(Pedersen et al.
2014) dan Borneo (Wood & Cribb 1994, Tsukaya & Okada 2012, Tsukaya et al. 2014, Suetsugu et al. 2017). 3
species dilaporkan ada di China (Chen et
al. 2009, Lin et
al. 2016, Zhou et
al. 2016) dan Vietnam (Averyanov 2011). Sedangkan Sri Lanka
(Fernando & Ormerod 2008) dan Laos (Averyanov et al. 2016, 2018), masing-masing memiliki
2 spesies. Satu spesies berada di Afghanistan, India, Nepal, Bhutan, Bangladesh,
Myanmar, Japan, Peninsular Malaysia, Sumatra dan the Philippines berdasar
laporan Garay & Sweet 1974, Seidenfaden & Wood 1992, Comber 2001,
Pearce & Cribb 2002, Kress et
al. 2003, Rokaya et
al. 2013, dan Islam
et al. 2016. Hingga artikel ini diupload, genus Didymoplexis total
spesiesnya ada 20.
|
Family |
: |
Orchidaceae |
|
Subfamily |
: |
Epidendroideae Lindley, 1821 |
|
Tribe |
: |
Gastrodieae Lindley, 1821 |
|
Subtribe |
: |
Gastrodiinae Lindley, 1840 |
|
Genera |
: |
Didymoplexis Griff. |
|
Descriptor |
: |
William Griffith, 1843 |
|
Heterotypic Synonyms |
: |
Apetalon Wight, 1851 Epiphanes Rchb.f., 1868 Leucorchis Blume, 1849 |
|
Common Name |
: |
Crystal Orchids |
|
First published |
: |
Calcutta Journal of Natural History 4: 383 (1844) |
|
Closed Genera |
: |
Gastrodia R.Brown, 1810 Didymoplexiella Garay, 1954 Didymoplexiopsis Seidenfaden, 1997 |
|
Etimology |
: |
the Greek didymos yang berarti dobel, kembar, atau ganda plexis artinya benang, memutar, menenun, atau anyaman; mengacu pada 2 baris papila atau kalus yang saling mengunci/bertautan pada labellum |
|
Habitat |
|
Hutan berumput, semak bambu dan hutan hujan |
Species’s List
- Didymoplexis africana Summerh. - Ghana, Ivory Coast, Congo-Brazzaville, Congo-Kinshasa, Tanzania
- Didymoplexis avaratraensis P.J.Cribb, Nusb. & L.Gaut. – Madagascar - Africa
- Didymoplexis cornuta P.J.Cribb - Java, Borneo (semula merupakan Java endemic, tetapi kemudian ditemukan juga di West Kalimantan – Tsukaya & Okada)
- Didymoplexis cornuta var. betungkerihunensis Tsukaya & H.Okada
- Didymoplexis cornuta var. cornuta
- Didymoplexis cornuta var. maliauensis Tsukaya, Suleiman & H.Okada
- Didymoplexis flexipes J.J.Sm. – Java
- Didymoplexis himalaica Schltr. – Assam, Bhutan
- Didymoplexis holochelia Aver. & Nuraliev, a new species from northern Vietnam
- Didymoplexis latilabris Schltr. – Kalimantan
- Didymoplexis micradenia (Rchb.f.) Hemsl. - Taiwan, Vietnam, Java, Maluku, New Guinea, Solomons, Fiji, Niue, New Caledonia, Samoa, Tonga, Samoa, Wallis & Futuna, Micronesia
- Didymoplexis minor J.J.Sm. – Java
- Didymoplexis obreniformis J.J.Sm. – Java
- Didymoplexis obreniformis J.J.Sm. – Java
- Didymoplexis obreniformis var. maliauensis Suetsugu, Suleiman & Tsukaya
- Didymoplexis obreniformis var. obreniformis
- Didymoplexis pachystomoides (F.Muell.) Garay & W.Kittr. – Queensland
- Didymoplexis pallens Griff. - Afghanistan, Fujian, Taiwan, Ryukyu Islands, Assam, Bangladesh, India, Assam, Bhutan, Nepal, Myanmar,Thailand, Vietnam, Borneo, Java, Malaysia, Lesser Sunda Islands, Philippines, Sumatra, Christmas Island, Northern Territory (of Australia), Queensland, Western Australia, Vanuatu, Niue
- Didymoplexis philippinensis Ames – Philippines
- Didymoplexis recurvata P.J.Cribb, Nusb. & L.Gaut. – Madagascar
- Didymoplexis seidenfadenii C.S.Kumar & Ormerod – Kerala
- Didymoplexis sirichaii Suddee – Thailand
- Didymoplexis stella-silvae Hermans – Madagascar
- Didymoplexis striata J.J.Sm. – Java, Borneo
- Didymoplexis torricellensis Schltr. – New Guinea
- Didymoplexis trukensis Tuyama – Micronesia
- Didymoplexis verrucosa J.Stewart & Hennessy – KwaZulu-Natal, Madagascar
- Didymoplexis vietnamica Ormerod – Guangxi, Vietnam
Distribusi
Afghanistan
Africa: KwaZulu-Natal, Ghana, Congo, Liberia, Madagascar, Ivory Coast, Zaïre
Australia: Queensland (including Saibai Island), Christmas Island, Northern Territory
Bangladesh
Caroline Is.
China
Himalaya
Fiji
India: Assam
Indonesia: Kalimantan, Lesser Sunda Is., Jawa, Maluku, Sumatera
Japan: Nansei-shoto
Laos
Malaysia: Borneo
Marianas
Myanmar
Nepal
New Caledonia
New Guinea
Niue
Pacific Islands
Philippines
Samoa
Solomon Is.
Sri Lanka
Taiwan
Tanzania
Thailand
Tonga
Vanuatu
Vietnam
Wallis-Futuna Is.
Pertelaan
Anggrek terestrial tak berdaun dan aklorofil
Rhizome serupa umbi
Akar pendek
Bulb tegak
Bunga mekar satu kuntum hanya beberapa jam masanya. Berbentuk lonceng, umumnya berwarna putih bersih. Polinea 4 buah.
Polinator: belum diketahui serangga apa yang membantu polinasi.
Reproduksi atau perbanyakan dengan biji
Periode berbunga biasanya awal musim penghujan atau akhir musim kemarau sekitar bulan November – Maret
Selama musim panas anggrek memasuki fase dormant
Belum bisa dikultivasi karena kesulitan beradaptasi pada tempat barunya dan harus memenuhi syarat-syarat khusus
References
http://www.orchidsnewguinea.com/
https://www.anbg.gov.au/cpbr/cd-keys/RFKOrchids/key/rfkorchids/Media/Html/index.htm
108 Vol. 65Acta Phytotax. Geobot.
the World Checklist of Selected Plant Families
The Plant List
http://www.cbd.int/2011-2020
http://www.worldfloraonline.org/
https://powo.science.kew.org/

Komentar
Posting Komentar