Memanfaatkan Air Limbah Dapur untuk Penyiraman

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Beberapa wilayah Indonesia rupa-rupanya masih mengalami musim kemarau yang panjang. Tentu saja pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari pun jauh berkurang, bahkan ada yang mengalami kekeringan. Air yang bernilai mahal tersebut ternyata hanya cukup untuk keperluan kita sehari-hari saja, dan sebisa mungkin juga untuk hewan ternak. Sedangkan untuk tanaman hias koleksi, terpaksa harus diabaikan terlebih dahulu. Namun kalau memang masih memungkinkan, kita dapat menggunakan air bekas yang kita pakai sehari-hari.

Apa sajakah itu?

*) Air Cucian Beras (ACB)

Bermanfaat sebagai pupuk meski menurut berbagai artikel kesehatan, nutrisi beras putih menjadi sangat rendah saat diselep, namun paling tidak masih mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi anggrek atau tanaman hias kita, semisal karbohidrat dan protein. Kalau para pecinta anggrek menginginkan manfaat dari Vitamin B1, sebaiknya ditambahkan dari bahan lain yang mengandung Vitamin B1 yang lebih tinggi. Karena itu penggunaan ACB tidak boleh diandalkan. Kemanfaatan air cucian beras dari jenis-jenis beras lain seperti beras ketan, merah, coklat, dan sebagainya adalah sama, namun prosentase nutrisi yang dikandungnya berbeda sesuai dengan perilaku saat penyelepan.

Beberapa zat-zat yang masih ada dalam ACB meski dalam dosis yang sangat rendah: vitamin B1, B3, B6, mangaan (Mn), fosfor (P), zat besi (Fe), karbohidrat, fitonutrien.

Agar kwalitasnya lebih bagus, ACB dapat diperam atau dijadikan sebagai POC (Pupuk Organik Cair) atau eco-enzyme.

*) Air Cucian Daging/Ikan

Walaupun mungkin tidak setiap hari, tidak ada salahnya juga memanfaatkan air bekasnya sebagai pupuk selingan, karena banyak mengandung asam amino, nitrogen, kalium, dan karbon.

Agar tidak OD (over dosis) sebaiknya dalam penggunaannya diencerkan atau ditambahkan air terlebih dahulu. Jikalau khawatir beresiko mengundang semut dan serangga lainnya yang tidak kita sukai, sebaiknya ditinggalkan saja.

*) Air Cucian Piring

Bekas cuci piring dapat langsung diaplikasikan ke anggrek atau tanaman hias lainnya. Tetapi karena terkadang banyak minyak, maka siram pada lantai tanah saja sebagai penjaga kelembaban.

Air bilasan yang relatif bersih dapat digunakan tanpa ada efek samping.

*) Bekas Cuci Pakaian

Manfaat dan aplikasi sama dengan air cucian piring. Meski sabun cuci sekarang telah ramah lingkungan dan dapat terurai, namun jika anda khawatir bagi anggrek anda, cukup siramkan saja air bekas sabun pada lantai/tanah untuk mengusir hewan tanah atau menjaga kelembaban udara. Untuk bekas Molto atau pelembut lainnya dapat disiramkan pada media anggrek. Fungsinya untuk mengusir hama dan serangga yang mengganggu. Sebaiknya pemakaian dijarangkan misalnya seminggu 2 – 3 x.

*) Urine

Beberapa pekebun atau petani telah mulai melirik urine sebagai pupuk organik karena banyak mengandung urea, sodium, ammonia, asam urat, oxalate, mineral, kalsium, magnesium, potasium, fosfor. Ada yang langsung begitu saja dipakai setelah menambahkan air. Memang penggunaannya sangat berisiko membuat tanaman kering bila OD. Sebaiknya memang perlu difermentasikan terlebih dahulu.

*) Limbah Air Kelapa

Manfaatnya mempercepat pertumbuhan dan merangsang pembungaan. Memang air kelapa sekarang banyak yang tidak gratis alias beli karena bersaing dengan industri rumah tangga atau warung yang memang menggunakan air kelapa sebagai bahan pengolahan, semisal dalam mengolah agar-agar rumput laut, bacem tempe, dan lain-lain.

Kandungan dalam air kelapa antara lain asam amino, kalori, gula, protein, sodium, karbohidrat, serat, potasium, kalium, kalsium, magnesium, fosfor, zat besi, zinc, tembaga, mangan, selenium, vitamin (A, B6, B12, C, D, E, K), thiamin, riboflavin, niacin, folat, asam pantotenat, kolin, betaine, hormon sitokinin. Betapa kaya memang kandungan nutrisinya.

Dalam pengaplikasiannya dicampur/diencerkan terlebih dahulu dengan air, kemudian spray atau siram pada anggrek.

*) Air Bekas Wudlu/Mandi/Cuci

Saat berwudlu, mandi, atau sekedar mencuci muka, kaki/tangan, tampung air bekasnya pada bak, timba, atau wadah lainnya. Siram pada anggrek atau tanaman, atau dapat juga digunakan sebagai pengencer dari POC atau aneka pupuk lainnya. Untuk air yang bersabun, siramkan pada lantai kebun sebagai penjaga kelembaban atau pengusir serangga penghuni tanah.

*)  Air kolam/aquarium


Mempunyai potensi kandungan unsur hara yang dibutuhkan oleh anggrek/tanaman, seperti N, P, K, dan amonium. Pengaplikasiannya sangat mudah, yakni langsung disiramkan pada tanaman/ anggrek. Ada juga yang memfermentasikan lebih dahulu minimal sehari atau dibuat POC-nya.

Sebenarnya masih banyak air bekas lain yang dapat kita pakai untuk anggrek kita. Tentunya masing-masing dari kita melakukan aktivitas yang berbeda-beda sesuai dengan kebiasaan atau rutinitasnya. Air bekas pakai silahkan dimanfaatkan sebaik-baiknya dan jangan biarkan terbuang percuma. Dengan memanfaatkan air bekas, kita juga dapat ikut aktif dalam upaya pelestarian bumi kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya