Paphiopedilum glaucophyllum var. glaucophyllum J.J.Sm. 1900 (4) Kontroversi Endemisitas

Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

KONTROVERSI STATUS ENDEMIK

 

Seiring berjalannya waktu, status endemitas suatu spesies anggrek bisa saja mengalami perubahan.

Penyebabnya di antaranya:

  • Penyebaran anggrek semakin meluas, baik secara alamiah atau pun manusia.
  • Penelitian dan eksplorasi yang kian meningkat, baik yang dilakukan oleh kalangan akademisi, para hunter ataupun pecinta anggrek.
  • Lambatnya proses pemetaan dan revisi habitat oleh ahli yang kemudian disahkan atau diterbitkan pada jurnal anggrek terkemuka.
  • Link-link besar anggrek belum/tidak melakukan revisi dikarenakan sebab yang hanya mereka ketahui.
  • Adanya reklafisikasi. Semakin ke sini perbedaan antar para ahli taksonomi kian membingungkan dan meruwet (hehe).

 


 

Comber (1990) dalam bukunya menyatakan status endemik yang hanya terletak di bukit sebelah selatan gunung Semeru, Lumajang Jawa Timur. Pendapatnya difollow Kew hingga sekarang, 2022.

Irawati (1998): jenis-jenis dari marga Paphiopedilum memiliki persebaran terbatas, oleh karena itu keberadaannya di alam sangat rapuh akibat dari gangguan bencana alam dan pengambilan secara langsung di habitat alaminya.

Mogea JP et al. (2001) menyatakan Paphiopedilum glaucophyllum var. glaucophyllum J.J.Sm. merupakan salah satu jenis anggrek endemik Jawa Timur yang termasuk dalam kategori tumbuhan langka.

Sumber teman Fb terpercaya (sering keluar masuk hutan dengan pengetahuan anggrek yang bagus): Paphiopedilum glaucophyllum var. glaucophyllum juga ada di Sumatra, utamanya Bengkulu yang pernah ditemukan di sana. Provinsi lain di wilayah Sumatra diduga juga ada tetapi sudah keburu hilang akibat deforestasi hutan atau bala’ alam.

Walaupun status endemik tidaknya suatu spesies penting dengan tujuan melindungi area habitatnya, namun yang terpenting adalah upaya pelestarian dan konservasi in-situ yang harus dilakukan secara intens dan terpadu.

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya