Sinar Matahari & Anggrek (1): Deskripsi Sinar dan Cahaya

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

FiYiPi

Deskripsi cahaya dengan sinar sebenarnya berbeda. Sinar berasal dari matahari, sedangkan cahaya berasal dari sumber di luar matahari, misalnya lampu, api, dan lain sebagainya, termasuk bulan yang memantulkan sinar (matahari). Tetapi setelah membaca berbagai artikel banyak perbedaan akan persepsi, maka admin pun mengambil jalan tengah.

Apa yang disebut sinar pada artikel kali ini adalah sinar matahari yang langsung mengenai anggrek serta bagian-bagiannya. Dengan kata lain bisa disebut full sun.

Sedangkan cahaya adalah sinar matahari yang tidak langsung mengenai anggrek atau tertahan oleh sesuatu benda, misalnya pohon, atap, atau paranet. Dengan kata lain bisa disebut shade/ternaung. 


Proses fotosintesis setiap tumbuhan memerlukan sinar. Setiap jenis anggrek selain kebutuhan sinar yang berbeda-beda, juga memiliki kemampuan yang berbeda pula dalam menahan/menerima sinar. Tetapi masih mempunyai interval prosentasenya, yakni batas atas – batas minimum. Prosentase tersebut didapatkan dari intensitas sinar dan lamanya penyinaran. Sinar matahari pagi mampu diterima oleh hampir seluruh anggrek, meski ya intensitas/lamanya menerima berbeda-beda pula.

Menempatkan anggrek pada area yang teduh/terlindung memang cara teraman dari ancaman dehidrasi dan terbakar. Apalagi proses fotosintesis masih tetap berjalan. Namun pada kenyataannya tidaklah sesederhana itu karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Sayangnya pula, tidak semua anggrek yang diletakkan pada tempat teduh mampu berbunga. Inilah masalahnya. Bukankah kita merawat anggrek karena pingin melihatnya berbunga? Karena itu kita harus meletakkan anggrek pada spot yang sesuai.

Menempatkan anggrek pada area tepat yang sesuai dengan kebutuhan sinar yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis dan pembungaan, bukanlah pekerjaan yang gampang. Keliru penempatan, anggrek tidak dapat tumbuh bagus apalagi berbunga. 


 

Sinar Teraman

Bila tidak mengetahui secara baik karakter anggrek kita, standar berikut bisa dijadikan patokan. Sinar condong pagi dan sore hari mampu diterima oleh hampir semua jenis anggrek. Dari pengamatan, sinar pagi lebih bagus buat anggrek kita. Sedangkan saat matahari mencapai puncak panasnya, antara pukul 11 – 14 (bisa kurang dan/atau bisa lebih sesuai dengan kondisi daerah/kebun), tidak semua anggrek mampu menerima sinarnya.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya