Sinar Matahari & Anggrek (3): Indikator Daun sebagai Pedoman Pas Tidaknya Kebutuhan Sinar

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Indikator cukup tidaknya sinar yang diterima yang selama ini dipakai adalah dengan melihat warna dan karakter daun. Dikatakan anggrek yang berada pada area yang minim sinar, daun akan berwarna hijau tua dan cenderung lebih lebar dibanding sais normalnya. Permukaan daun juga tidak segar.

Anggrek yang menerima sinar cukup, daunnya berwarna hijau cerah/muda dan tebal. Permukaan daun mengkilap atau tampak segar.

Selama ini acuan peletakan anggrek yang sesuai dengan kebutuhan sinar berpatokan pada karakter daun. Jadi daun sebagai indikatornya. Daun yang berwarna hijau cerah dengan permukaan mengkilap dikatakan telah sesuai penempatannya. Tidak kekurangan ataupun kelebihan sinar. Pas, kebutuhan sinar berada dalam intervalnya.

Daun berwarna hijau tua, menandakan anggrek kekurangan sinar.

Pada spesies tertentu, kelebihan sinar yang diterima tetapi masih dalam batas toleransi biasanya daun (dan juga bulb) berwarna kemerahan atau keunguan.

Bila dilihat secara morfologi daun yang kuat menahan sinar adalah:

Berbentuk pinsil/gilig.

Kaku dan tebal. Ketebalan pada dasarnya tidak bisa dijadikan standar, tetapi semakin tebal dan semakin kaku bisa dikatakan tahan menerima sinar.

daun tegak, lumayan kaku, keunguan, relatif kecil/sempit
ciri anggrek tahan panas

Posisi daun tegak (diagonal hingga vertikal).

Permukaan mengkilap.

Tanda-tanda anggrek bila ditempatkan pada area yang banyak sinar atau spot terbuka:

*     Daun berwarna hijau terang dan mengkilap. Awal adaptasi mungkin ada yang menguning. Tidaklah mengapa, biarkan saja. Jika warna daun tidak ada perubahan atau masih hijau tua, sinar yang diterima harus diperlama atau anggrek bisa digeser ke spot yang lebih terang lagi.

*     Pada jenis tertentu terdapat bercak atau semburat warna ungu pada daun atau kulit bulb. Artinya sinar yang dibutuhkan mencukupi bahkan berlebih tetapi masih dalam interval kemampuan anggrek dalam menerima sinar.

*   Daun terbakar. Wajar bila hanya 1 atau 2 helai saja. Daun dapat dibuang. Jika daun yang terbakar lebih dari 2, anggrek digeser kembali ke tempat yang lebih teduh atau lamanya terpapar dikurangi.

Anggrek yang memiliki daun lebar dan tebal seperti Dendrobium, cukup dipotong atau dibuang pada bagian yang terbakar saja (tidak semua bagian daun). Biasanya setelah kita potong, panas matahari yang diterima daun menjadi berkurang, sehingga daun dapat segera beradaptasi.

*     Akan muncul akar baru atau akar kian memanjang. Muncul juga tunas baru atau keiki.

*     Anggrek pun berbunga, insyaAllah.


 

daun kecil, gilig/silinder, tebal dan kaku
cocok pada area open

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya