Sinar Matahari & Anggrek (5): Jangan Takut Menjemur Anggrek!!!
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pada dasarnya anggrek (juga tumbuh-tumbuhan lainnya) sangat membutuhkan sinar matahari. Hanya saja prosentase atau kebutuhan akan simat berbeda-beda. Ada yang hanya boleh menerima sinar 1 jam saja atau membutuhkan sinar selama sehari. Karena itu, para pecinta anggrek harus tahu karakter anggrek yang dimilikinya.
Banyak pecinta anggrek yang khawatir menempatkan anggrek mereka pada tempat yang terkena simat alias dijemur. Mungkin karena informasi yang mereka terima keliru atau belum mampu memahami informasi dan karakter anggrek sesungguhnya. Padahal anggrek adalah tumbuhan yang tahan menerima sinar langsung.
So, jangan takut ya untuk menjemur anggrek. Anggrek yang terkena simat pertumbuhan dan perkembangannya lebih baik.
Tetapi memang ada caranya untuk menjemur anggrek, step by step.
Setelah anggrek datang, tempatkan pada area yang teduh terlebih dahulu.
Perhatikan progressnya. Bila baik (muncul akar baru atau ujung akar kian memanjang), geser ke tempat yang agak terang dari sebelumnya. Begitu seterusnya hingga tercapai kondisi kebutuhan sinar sesuai dengan karakternya.
Kalau saran admin sih sebaiknya anggrek langsung dijemur saja setelah beradaptasi di tempat baru (kebun kita). Itu kalau berani ya! Kalau enggak, ya pakai aja tips di atas itu.
Dijemur langsung memang membawa efek (buruk) yang cepat. Daun menguning! Dan bulb mungkin juga mengering/kurus. Tetapi itu dianggap sebagai proses yang normal. Untuk selanjutnya, anggrek sudah biasa beradaptasi dan tahan sinar. Tandanya tumbuh akar baru atau akar tidak nampak terdampak penjemuran. Tunas baru dan/atau keiki sudah tahan dengan keadaan baru ini. Cara ini sudah banyak yang dipakai para pecinta anggrek. Mereka memang lebih suka menempatkan anggrek pada area fs (full sun) dan fr (full rain) karena lebih cepat pertumbuhan dan progressnya.
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi
wabarakatuh


Komentar
Posting Komentar