Sinar Matahari & Anggrek (6): Indikator Keberhasilan Jemur Anggrek

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Biasanya yang nampak adalah pertumbuhan akar. Bila akar tampak tunas-tunas baru yang banyak, anggrek telah menemukan kondisi idealnya. Kemudian setelah sebulan atau lebih muncul keiki atau tunas anggrek.

daun mengkilap


Pada jangka lama, keberhasilan penempatan adalah keluarnya bunga pada musimnya. Jika dirasa lebih lambat dari seharusnya, maka anggrek bisa digeser (kembali) ke spot yang lebih teduh.

Tentu saja penilaian di atas bersifat subyektif yang hanya mendasarkan pada pengalaman dan pengamatan, serta status teman-teman penganggrek di sosmed. Admin yakin bahwa semua anggrek epiphyt dapat menerima sinar matahari langsung yang condong. Paling bagus memang sinar matahari pagi.

daun mengering/gosong begitu juga bulb
terkadang juga dipicu karena penyakit busuk


Ada cara lain yang berbeda, yakni menjemur anggrek selama beberapa jam, usahakan pagi hari. Jadi anggrek hanya berpindah sementara selama waktu sesuai kebutuhannya, kemudian dikembalikan ke tempat/spot semula. Begitu terus setiap hari. Memang repot ya, tetapi tetap saja ada yang melakukannya.

gosong seperti ini hanya membuang/memotong pada spot yang gosong saja

Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya