All About Dendrobium anosmum Lindley (3): Karakter, Morfologi, Perawatan
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
![]() |
| form Papua (ntar kalau mekar lagi akan diamati lebih dalam lagi supaya g keliru :) |
Karakter
- Tipe gugur / meranggas (nobile) meluruhkan daun-daunnya sebelum berbunga, diselingi masa istirahat (dorman) yang kemudian memunculkan keiki atau/dan tunas anakan.
- Tahan terhadap kekeringan dan intensitas sinar tinggi.
- Mudah dirawat dan dibudidayakan
- Sangat cocok bagi pemula
- Beradaptasi dengan baik pada semua tipe dataran
- Bunganya relatif besar, cantik, dan wangi.
Bunga
- Diameter 8 – 10 cm. Kelopak/sepal dan mahkota/petal ungu muda bergradasi hingga seakan-akan tengah petal dan sepal berwarna putih.
- Masa mekar 2 minggu. Biasanya di bawah 8 kuntum/cane yang muncul dari cincin ruas.
- 4 pollinium dan hanya sedikit yang menjadi buah
- Buah jorong dengan panjang lebih kurang 4–5cm. Hingga kini BPG belum pernah menemukan buahnya.
- Kelopakbunga kaku dan tebal, bentuk lanset atau seperti mata tombak, tegak atau menelungkup. Panjang 3–5cm, lebar 1–1,5 cm.
- Mahkota berbentuk jorongdengan ujungnya meruncing, panjang 3–5cm lebar 2–3cm.
- Bibir ungu tua bergaris-garis dengan warna yang sama, terdapat bulu-bulu pendek/halus. Ujung lidah putih atau gradasi ungu muda. Tepi labellum menggulung sehingga membentuk seperti corong/contong.
Antar varian dapat dibedakan dari warna petal dan sepal, apakah ungu tua, ungu muda, ungu gradasi, putih, atau kombinasinya, atau apakah posisinya tegak atau menangkup.
Atau apakah labellumnya menggulung sempurna atau tidak.
Atau dapat pula dibedakan dari ujung labellumnya, mirip skop berujung runcing, bulat, agak sempit atau juga agak lebar atau lainnya.
Daun
Bentuk lanset/lanceolate, tak bertangkai atau langsung mengepit batang (sessile)/seludang, opposite/berhadapan satu ruas satu daun.
Ujung runcing agak terbelah atau asimetris.
Panjang dan lebar daun bervariasi.
Pseudobulb
Umbi semu homoblastik atau berbentuk batang/silindris dengan panjang 1 meter atau lebih. Pangkalnya agak menggembung dan keras. Saat masih kecil tumbuh tegak ke atas (erect), namun semakin besar batang akan kian melengkung dan menggantung dengan bagian ujung agak mencuat ke atas (jenthar, Jawa).
Antar ruas panjangnya 2 – 3 cm.
Dari cincin ruas/buku-buku inilah muncul daun, bunga, dan keiki.
Namun tidak setiap ruas keluar bunga. Dari ruas ini pula akan keluar keiki yang biasanya muncul setelah bunga-bunga berguguran.
Perawatan
Tumbuh bagus apabila diletakkan di area terbuka karena memang tahan paparan surya. Biasanya batang atau daun akan bersemburat keunguan.
Media: pakis papan, kayu, pohon, atau pot dengan media tanam arang atau sabut kelapa, cacahan ranting, sphangum moss, pecahan bata atau genting, dan lain-lain.
Penyiraman sesuai kondisi lingkungan. Standarnya siram bila media telah kering.
Kelembaban dapat dijaga dengan menyiram lantai tanah/kebun dengan air bekas cucian dan lain-lain.
Awal-awal pertumbuhan (munculnya keiki/tunas anakan) intensitas penyiraman dan pemupukan ditingkatkan. Bahkan selama musim kemarau ada yang tidak membiarkan media kering sama sekali karena akan berdampak buruk pada laju pertumbuhan tanaman. Berbeda saat memasuki masa dorman, pemupukan dan penyiraman minimalis.
Perbanyakan
Umum dengan memisahkan rumpun, keiki, atau juga tunas anakan.
![]() |
| tampilan var. superbum |
Nasibnya Kini
Dulunya mudah ditemukan di hutan-hutan Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sekarang, keberadaannya tidak dapat diketahui dengan pasti.
Teman-teman Fb juga jarang mengunggah keberadaannya secara in-situ. Bukan tidak mungkin anggrek ini sudah raib dari habitat alamnya.
Status Konservasi
CITES approved for export
CITES export Appendix II Species
Wassalamu‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Komentar
Posting Komentar