All About Vanda limbata Blume (4): Tritmen
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Perbanyakan
Anggrek monopodial memang jarang tumbuh keiki/tunas anakan. Karena itu untuk memperbanyaknya perlu dilakukan trik dengan cara stek batang pangkal.
Caranya:
Batang/bulb terbawah dipotong sepanjang 5 – 10 cm. Harus ada akar hidup, walau hanya seutas. Akar lebih banyak juga lebih bagus. Satu batang minimal 2 potong, dan bisa lebih.
Setelah dipotong, bisa dioles antifungi. Terserah pakai apa. Kemudian biarkan.
Bila ada stek dengan akar yang menempel pada media, dibiarkan di tempat tersebut. Kalau stekan tidak memiliki akar yang menempel atau akarnya bebas, boleh diletakkan di tempat lain sesuai selera. Setelah stekannya tumbuh mantap, dapat dipindah atau diletakkan para area yang kita inginkan.
Catatan:
Kebun berada di dataran rendah altitude 92 m dpl.
Perawatan
- Relatif mudah, karena jenis Vanda ini sangat adaptif di DTR/dataran rendah
- Media bebas, bahkan bisa digantung dengan kawat tanpa media tanam apapun
- Letakkan pada tempat yang agak teduh sedikit lembab tetapi tetap terkena sinar pagi/sore beberapa jam
- Anggrek yang senang disiram. Bahkan ada yang melakukan penyiraman sampai 4x sehari, saat musim kemarau. – manasuka/opsional
- Penyiraman dengan digocor/diguyur pakai selang.
- Akar dapat dipakai cara semihidro.
Penyiraman
Sekali dengan digocor atau diguyur menggunakan selang setiap 1½ – 2 hari. Di musim penghujan nyaris tidak pernah disiram, kecuali hujan tidak turun selama 2 hari.
Terpenting adalah menjaga kelembaban pada tingkat yang tinggi atau di atas 70%.
Pupuk
Admin jarang melakukan pemupukan. Yeah terkadang, itupun kalau ada, diberikan pupuk alami yang ada di sekitar saja, utamanya dari limbah dapur seperti air cucian beras, air teh dan/atau kopi sisa, dan lain-lain. Terkadang juga kalau sedang ada air bekas cucian daging atau ayam juga diberikan pada anggrek. Intinya tidaklah intens diberi pupuk. Kalau sekarang lagi mencoba memberikan pupuk dari air kolam (ikan).
Penyakit & Permasalahan
Dulu hobi banget nempelin anggrek di pohon, apalagi bila g tahu karakternya. Tetapi rupanya tidak semua anggrek bisa bagus di sana. Salah satunya Vanda limbata ini terserang busuk dan berujung mati.
Awalnya memang bagus sih. Beranakpinak dan juga berbakti. Tetapi entah karena apa, kemudian terserang busuk.
Sudah dipotong bagian yang busuk. Tumbuh tunas, tetapi kemudian busuk lagi. Begitu berkalikali hingga akhirnya sudah g tertolong lagi. Waktu itu, admin memang g pake obat-obatan/sida.
Dulu setiap ada masalah busuk, admin cukup membuang daun atau bagian plant yang terserang. Kadang batangnya nampak gundul. Setelah pembuangan selesai, biasanya hanya meningkatkan intensitas pengecekan. Apalagi bila musim penghujan, sisa-sisa atau bekas-bekas pembusukan akan muncul jamur kembali.
Karena dirasa cara ini g efektif dan banyak berujung anggrek mati, sekarang admin memakai fungisida pabrikan, meski berefek buruk bagi lingkungan, tetapi ya bagaimana lagi?
Sebenarnya Vanda ini jarang terserang hama dan penyakit. Tindakan preventif dengan menempatkan pada area yang tepat dan faktor agroklimat yang terpenuhi merupakan perlakuan terpenting.


Komentar
Posting Komentar