Dendrobium Section Dendrobium (1): Sekilas Tentang Section Dendrobium

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bersama genus Bulbophyllum, Dendrobium merupakan genus terbesar dengan ribuan spesies. Karena itu seringkali mengalami perevisian dan reklasifikasi. Salah satunya Dendrobium section Dendrobium yang pertama kali dideskripsi oleh Lindley tahun 1844.

Membernya kurang lebih 60 species. Bahkan ada yang memperkirakan mencapai 100 jenis! Sebagian besar terpusat di China, menyusul Myanmar dan Thailand. Indonesia dan Malaysia memiliki sedikit spesies. Di Indonesia paling sedikit berada di Papua. New Guinea dilaporkan hanya memiliki 2 jenis, sedangkan Australia 1 spesies.

Umumnya merupakan anggrek Dendrobium subtropis yang tumbuh di hutanhutan gugur atau semi gugur dan memiliki kekerabatan dekat dengan Section Calcarifera, Pedilonum dan Formosae.

Banyak yang menjadi anggrek populer, seperti Dendrobium nobile, Dendrobium aphyllum, dan Dendrobium anosmum. Dendrobium anosmum bahkan memiliki distribusi terluas dengan form atau varian terbanyak, baik form yang terjadi secara alamiah ataupun budidaya (rekayasa)!

Ada sekitar 30 spesies yang memiliki kegunaan sebagai obat. Begitu juga dengan hibrida dari seksi  Dendrobium yang telah mencapai ratusan silangan.

Di Indonesia populasi alami Dendrobium anosmum sudah tahap mengkhawatirkan yang membuat pegiat konservasi prihatin.

 

Ciri & Karakter

Anggrek epifit simpodial, jarang litofit dan hampir tidak ada yang tumbuh terestrial, meski dalam keadaan tertentu bisa saja beradaptasi di luar tipe tumbuh alaminya.

Elevasi dataran rendah hingga tinggi.

Rimpang pendek, pseudobulbs berdaging, tegak atau terjumbai/menjuntai, banyak buku/ruas dengan susunan daun hampir sepanjang batang. Panjang bulb ada yang mencapai beberapa meter. Ada yang mengatakannya mirip batang tebu. Karenanya tak mengherankan kalau disebut-disebut sebagai Soft Cane Dendrobium. Bulb yang tidak ada daun biasanya lebih keras dan kaku. Bisa dimengerti bila seperti itu karena untuk menyangga bulb bagian atas dan juga bunga juga membutuhkan sandaran/topangan yang kuat.

Perbungaan racemose atau tunggal, muncul menyamping atau apikal dengan bunga mencolok/showy, bentuk dan warna bervariasi, ukuran sedang hingga besar, resupinate, mekar singkat atau tahan lama. Sepal kelopak/petal bebas dengan bentuk serupa dan lebar. Bibir lebar, membulat (ada yang mengatakan seperti corong atau terompet), umumnya terdapat bulubulu halus (trikoma) di bagian dalam, mentum pendek. Banyak juga yang mempunyai keharuman dan berbunga serempak/kemruyuk.

Daun tersusun pada dua pertiga bulb, satu ruas satu daun yang saling berhadapan/opposite. Daun berguguran menjelang tibanya musim berbunga.

 

Agroklimat

Suhu udara berkisar antara 12°C sampai 29°C (55° - 85°F).
Sinar/cahaya level terang antara 3500 – 4500 fc.
Air dan pupuk :
Pada masa pertumbuhan siram dengan cukup dan beri pupuk secara berkala.
Pada masa istirahat (dormansi), siram hanya supaya tidak kekeringan dan tanpa pupuk.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya