Infus Akar Anggrek Monopodial, Trick Untuk Membuat Anggrek Sehat dan Prima
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Agak nyesel juga kenapa g dulu-dulu pake tritmen ini kalau hasilnya mana boleh sebagus ini?
Anggrek monopodial, utamanya Vanda, senang bermandikan sinar matahari. Jadi ya perlu area yang (agak) terbuka supaya mendapatkan sinar yang banyak.
Tetapi …
Di sisi lain juga senang kelembaban yang tinggi. Artinya membutuhkan air yang banyak. Maksudnya kalau anggrek berada di kebun ya harus sering-sering disiram. Terpenting menjaga kelembaban stabil pada prosentase yang tinggi.
Selain disiram, ada yang memakai cara berbeda supaya asupan air dan kelembaban ini terjaga, yakni dengan cara diinfus.
Hanya saja, dulu, admin g tertarik memakai
cara ini karena agak ribet. Saat itu yang digunakan adalah botol kecil bekas
minuman kesehatan. Atau akar anggrek Vanda
dicelupkan ke dalam wadah. Ribet sih admin ngelihatnya. Akhirnya di pas aja.
Hingga suatu waktu, terpikir kenapa g pakai kantong plastik?
Saat infus, teringat yang digunakan adalah akar yang mati. Ada yang diserut dulu hingga tinggal inti/tali akar. Ada juga yang tidak.
Eh, sewaktu nonton videonya penganggrek senior, Lila Natasaputra, ternyata yang dipakai adalah akar yang sehat. Bisa satu utas atau lebih tergantung ukuran plant atau kebutuhan.
Okelah, kenapa g dicoba keduanya aja? Kita buktikan mana yang lebih baik.
Dan hasilnya, tralalala …
Lebih bagus akar yang masih sehat rupanya. Tetapi akar yang belum mati (masih ada pelapis lunak akar, meski sudah berwarna coklat atau kehitaman) ternyata juga baik-baik saja. Bahkan ada yang tumbuh akar cabang.
Dan melihat akarnya bagus begitu, plantnya otomatis juga terlihat lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya.
Admin masih mencoba bereksperiman infus akar pada jenis anggrek monopodial lainnya, seperti Phalaenopsis. Yang sudah, selain Vanda adalah Rhynchostylis. Hasilnya juga bagus.
Yuk bereksperimen dengan anggrek-anggrek
yang lain!

Komentar
Posting Komentar