Dendrobium Emma White & Karya Breeder Indonesia (1): Penghasil Hibrid-Hibrid Caem
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
![]() |
| Pict: OrchidRoots |
Tampilan bunganya sih sederhana ya. Meski termasuk form intermedia tetapi cenderung membulat dengan warna polosan putih dan sedikit kehijauan pada lidah dan sekitarnya. Tetapi siapa sangka disilangkan dengan anggrek Dendrobium hibrid ataupun spesies apapun, bisa menghasilkan turunan yang caem-caem dan sulit diprediksi. Banyak yang mutasi atau keluar dari karakter induknya. Padahal hibrid-hibrid mutasi itu merupakan varian yang sangat jarang dihasilkan secara generatif yang prosentase timbulnya mutasi juga sangatlah rendah. Tetapi Dendrobium Emma White memang beda, punya kelebihan menurunkan mutasi melalui penyerbukan biasa.
Yah memang keturunannya tidak melulu mutasi, banyak juga yang normal. Maksudnya percampuran gen tetua berjalan lancar/normal seperti bentuk intermedia seperti bintang. Persilangan antar varian putih pun juga tidak melulu putih juga hasilnya. Betul-betul membuat deg-deg plash gitu wkwk.
Dari daftar immediate offspring yang ada di OrchidRoots, sepertinya Dendrobium Emma White lebih bagusan jadi emak. Tetapi saat jadi epak pun juga luar biasa.
Dari kelebihan-kelebihan yang dipunyainya, sudah beberapa breeder lokal yang meliriknya sebagai indukan, termasuk sangat maestro, Wirakusuma Silamurti dengan 2 karya. Ada pula Ricky Silamurti, 2 hibrid. Mastur yang relatif baru dalam dunia penghibridan menelurkan 2 silangan. Dan Eko YP yang masih satu anggrek hibrid memakai Dendrobium Emma White. Total ada 7 karya breeder Indonesia. Termasuk luar biasa sih karena Indonesia termasuk jarang mendaftarkan anggrek hasil karyanya.
Mumpung silangan-silangannya masih sedikit, kenapa g dimasukin aja ke daftar indukan? Worth it sih ini!

Komentar
Posting Komentar