(Ingin) Anggrek Kemruyuk? Part 2 - Tritmen Ala Pekebun Profesional
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Siapa nih yang belum kenal dengan tokoh yang ada pada foto di atas? Beliau salah satu breeder muda ternama Indonesia. Beberapa tips yang ada pada artikel ini juga diinspirasi dari beliau.
Adapun cocok dan tidaknya cara yang dilakukan para pekebun besar tergantung kita sendiri yang menilainya. Mau pake cara sederhana seperti artikel sebelumnya ataukah kita mau berbenah diri mengadopsi tips dan trik yang dilakukan pekebun besar.
Seperti apa itu?
Banyak yang harus dipenuhi karena mereka memang sudah profesional dan bukan sekedar pecinta anggrek ala rumahan.
Faktor Modal
Faktor modal ini g perlu mahal-mahal juga sih ya, tergantung kondisi kocek kita aja.
Modal untuk apa sajakah?
- Yang utama tentu saja untuk membeli anggrek, walau anggrek tuh bisa juga diperoleh dengan gratis, misalnya ambil dari hutan atau perkebunan. Yang penting jangan budayakan meminta-minta ya, karena itu bukan perbuatan yang bagus ya guys.
- Membeli aneka pupuk (relatif sih)
- Membeli vitamin dan/atau ZPT (bukan keharusan)
- Menyewa tukang/ asisten (menyesuaikan kebutuhan)
- Membeli obat-obatan/sida. Ini yang paling penting karena permasalahan anggrek tuh sangat kompleks. Mulai dari serangan penyakit dan juga hama. Merk dan harga menyesuaikan selera masing-masing.
Selain di atas, modal juga diperlukan untuk membeli berbagai perlengkapan dan alat-alat yang dibutuhkan dalam perawatan anggrek seperti media pot dan tanam, slang, sprayer, paranet (relatif), dan lain-lain. Tentu barang-barang yang berkualitas akan membuat jaminan perawatan secara kontinue.
Faktor Ilmu
Ini yang paling penting!
Dengan ilmu kita bisa tahu dan memahami karakter, cara perawatan yang tepat, dan sebagainya.
Setiap genus anggrek itu memiliki karakter yang berbeda.
Setiap jenis anggrek juga memiliki sifat yang berbeda.
Bahkan setiap individu anggrek, meski IDnya sama, juga memiliki sifat dan karakter yang berbeda bila kondisi kebun juga berbeda.
Karena itu perlakuannya juga berbeda-beda.
Yang agak membuat kita bisa bernapas sedikit lega adalah setiap jenis anggrek memiliki nilai rentang (angka batas minimal – maksimal) dalam pertumbuhannya. Misalnya kebutuhan kelembaban. Batas minimal humidity mayoritas anggrek adalah 60%. Jadi kita boleh merekayasa di atas angka itu, tetapi tidak boleh kurang dari angka itu.
Memahami Karakter Lingkungan/Agroklimat
Kontinuitas Perawatan
Anggrek menyukai perawatan kontinue dan cenderung konstan. Pekebun anggrek mempunyai jadwal yang rutin kapan dan intensitas saat melakukan penyiraman, pemupukan, dan pengobatan/pencegahan. Dan itu memang tidak diperbolehkan adanya rasa malas, karena akan merusak ritme perlakuan pada anggrek. Efeknya sih bisa saja anggrek akan lama untuk berbunga, dan lain-lain.
Mungkin itu saja dahulu, insyaAllah kalau ada info yang menarik atau terlewatkan akan dishare kembali.
Semangat!!!

Komentar
Posting Komentar