Media Asam

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Agar pertumbuhan tanaman bisa baik umumnya membutuhkan pH normal, atau sedikit asam atau sedikit basa atau masih dalam interval batas toleransi. Bila media terlalu asam, proses pembentukan polen, buah, biji dan pertumbuhan tunas akan terhambat, bahkan anggrek bisa mati.


Apa Penyebab Keasaman atau Media Asam?

  • Pelapukan.
Media kayu memang gampang lapuk, karena itu disarankan untuk memakai kayu yang tahan lama atau tidak bergetah, seperti jati, kopi, durian, dan lain-lain. Bisa juga memakai media yang tidak mengalami pelapukan seperti pot tanah liat, pecahan genting atau bata dan lain-lain.
  • Bila terpaksa memakai kayu biasa (dalam artian beberapa tahun sudah lapuk/asam), harus rajin diganti.
  • Media/Tanah Memang Asam. Secara umum, kondisi tanah di Indonesia memang cenderung asam – untuk anggrek tanah.
  • Manajemen pemupukan buruk atau tidak terkelola dengan baik.
  • Overdosis N (Nitrogen), bisa berasal dari udara yang terbawa air hujan, atau dalam bentuk Ammonium Sulfat (NH4)2.SO4 , pupuk ZA. 

 

Menetralkan Keasaman

  • Mensterilkan media dari hama dan penyakit sebelum dipakai. Bisa dengan cara direbus, direndam sida, dan sebagainya.
  • Memasak atau menyiram media dengan air panas. Cara ini memperlambat proses keasaman.
  • Memilih media anti atau lambat asam. Contoh pada alinea di atas.
  • Pengelolaan pemupukan yang baik dan benar (tepat waktu, tepat fase pemberian, tepat konsentrasi).
  • Menambah unsur hara.
  • Mematangkan pupuk kandang, EE, dan lain-lain – bila pakai.
  • Menghaluskan media tanam – bila pakai pot.
  • Mencampur media tanam – bila pakai pot.
  • Memberikan unsur Ca dan Mg. Bisa dalam bentuk karbonat (CO3).
  • Pemberian kapur pertanian, seperti kaptan dan dolomit sesuai dosis dan tingkat pH. Dolomit lebih disarankan karena mengandung kalsium dan magnesium. Diberikan sedikit demi sedikit hingga nilai pH sesuai dengan yang diinginkan.

 

Contoh Media Cepat Asam

Media yang awalnya memang sudah asam dari sononya, meski telah diberikan tritmen penghilang atau steril asam, tetap saja akan berproses asam lebih cepat dibanding media ber-pH netral atau basa. Misalnya sabut kelapa yang sudah dilakukan pensterilan, tetap lebih cepat menjadi asam.

 


Untuk mengetahui media mana yang lambat asam dan tepat bagi anggrek ya kita harus berani bereskperimen (trial error). Author mencoba memakai beberapa media yang ada di sekeliling tanpa harus membeli atau dengan kata lain memanfaatkan (barang) bekas, seperti pecahan genting/bata, dan lain-lain. Progressnya ada yang baik, ada yang biasa, dan ada yang lambat.

Tetapi yang jelas memakai bahan yang tidak cepat asam akan berpengaruh positif pada anggrek.

Yuks mencoba!

 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya