Aporum, Seksi ataukah Genus? Part 2: Morfologi dan Similar Section
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Morfologi
Morfologi Aporum dicirikan rhizome yang sangat pendek, pseudobulb/batang kecil dan pendek ditutup oleh seludang daun yang sangat tebal dan kaku. Stem awalnya tegak yang kemudian agak terjumbai, banyak yang bercabang ataupun terdapat keiki sehingga membentuk rumpun. Yang unik, stem perpanjangan bagian atas seringkali hanya ditutupi oleh daun bersisik.
Daun pipih bilateral, pendek, tebal dan tampak berdaging, tepi tajam dan biasanya berujung lancip dengan jarak antar daun begitu dekat hingga bertumpukan (tumpang tindih) dengan pola bergantian (opposite) yang teratur. Dalam satu stem jumlah daun banyak mencapai puluhan helai.
Akar putih (tidak berwarna coklat seperti pada seksi Oxystophyllum), kecil dan bercabang-cabang.
Perbungaan sesil dan sangat pendek, satu kuntum (jarang dua kuntum) umumnya berwarna dasar putih atau kuning kehijauan yang muncul dari ketiak daun. Sais bunga sangat kecil hingga kecil, mekar hanya beberapa hari. Bentuk bunganya rata-rata aneh atau unik. Kebanyakan wangi dengan aroma seperti Vanilla. Yeah, meski kita harus mendekatkan hidung sedekat mungkin pada bunga supaya bisa mendeteksi wanginya. Seringkali juga berbunga serempak dalam satu plant yang muncul dari ketiak-ketiak daun atau bagian atas batang yang berdaun sisik.
Anggrek section Aporum mudah tumbuh dan menarik perhatian para kolektor karena bentuknya yang tidak biasa.
Similar Section
Oleh para ahli, members Aporum tampilannya serupa dengan seksi lain, yakni:
- Oxystophyllum
- Crumenata (sebagian)
- Strongyle
Spesies-spesies Aporum, meski tidak berbunga, sebenarnya mudah dikenali karena tampilannya sangatlah berbeda dengan Dendrobium atau anggrek lainnya. Yah, meskipun kadang-kadang ada juga yang sulit dibedakan, namun bila dicermati ada bagian-bagian yang memiliki perbedaan begitu mencolok.
Pertama, tentu pada bentuk daunnya yang pipih menyamping dan tampak berisi serta susunannya pada stem yang sangat khas.
Kedua, bunga tunggal dan jarang ganda
Ketiga, akar kecil dan bercabang-cabang
Aporum mempunyai kemiripan penampilan dengan anggrek-anggrek dalam seksi Oxystophyllum dengan daun yang tampak lebih lunak dan panjang/ramping dengan akar berwarna coklat. Seksi Oxystopyllum pasti memiliki dua karakter yang konsisten, yakni akar tipis berwarna coklat, dan bibir bunga berkutil berbentuk kerucut di bagian bawah dekat puncak.
Sedangkan untuk membedakan dengan anggrek dari seksi Crumenata (sebagian) dan Strongyle harus memerlukan pengamatan lebih lanjut. Katanya sih begitu, soalnya admin belum pernah memiliki anggek dari seksi Oxystophyllum, Strongyle, dan sebagian anggrek Crumenata yang memiliki kemiripan tampilan.
Mungkin untuk beberapa pecinta anggrek pemula di Indonesia, lebih menyangkanya atau keliru dengan anggrek-anggrek yang berada dalam genus Appendicula, walau sebenarnya kalau cermat diperhatikan tetap saja masih mudah membedakan di antara keduanya.


Komentar
Posting Komentar