Genus Dendrobium Swartz (1): Sejarah, Taksonomi, dan Persebaran
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dressler membagi familia Orchidaceae, yang diperkirakan mencapai 25.000 - 30.000 spesies, ke dalam 5 subfamili, yaitu Apostaseodeae, Cypripediodeae, Spiranthoideae, Orchidoideae, dan Epidendroideae.
Genus Dendrobium berada atau bagian dari Epidendroideae.
Kronologi Sejarah Dendrobium
1753, diidentifikasi spesies pertama yang merupakan cikal bakal genus Dendrobium yaitu Epindendrum moniliforme (Dendrobium moniliforme (L.) Sw.) oleh Linnaeus. Kemudian, namanya diganti atau direvisi sebagai Ceraia Lour atau Callista Lour.
1799, (genus) Dendrobium baru dinamakan dan dideskripsi oleh Olaf Swartz, dengan mereduksi/melebur genus Ceraia Lour dan Callista Lour.
1851, John Lindley mengklasifikasi/membagi Dendrobium ke dalam 10 seksi.
1912, Rudolf Schlechter dengan bukunya Die Orchisaceen von Deutsch Neu Guinea mengklasifikasi ke dalam 41 seksi 4 subgenera. Subgenera tersebut adalah Atheucebium, Eu-Dendrobium, Rhopalobium dan Xerobium.
Seiring perjalanan waktu, Genus Dendrobium banyak mengalami klasifikasi dan revisi.
Perkenalan Awal (tentang) Dendrobium
Penamaan Dendrobium berdasar akar kata dendro = pohon/tree dan bios = hidup/life. Secara bahasa artinya makhluk hidup yang berada/menempel pada pohon. Berarti pengertian dasarnya juga sama dengan istilah epiphyte. Tetapi pada kenyataannya, ada sebagian kecil anggrek ini yang hidup secara lithophytic dan terrestrial, seperti Dendrobium nobile Lindley 1830. Jadi pengertiannya sudah tidak murni lagi.
Dendrobium umumnya merupakan anggrek simpodial epifit yang menyukai sinar matahari dengan menempel pada pohon dengan kanopi yang agak terbuka dan tidak terlindung, supaya tetap mendapatkan sinar matahari yang banyak. Biasanya memang lebih banyak menempel pada ujung dahan/ranting atau batang pohon bagian atas. Ukuran plant miniatur hingga sangat besar dengan tinggi lebih dari 5 m.
Range elevasi dari permukaan laut hingga 3.800 m dan dapat ditemukan di tepi pantai karang, hutan hujan primer yang tinggi, hutan bakau, perkebunan (karet, kelapa), pinggir jalan, permukaan tebing berbatu dan singkapan berbatu, semak belukar pada pantai, hutan rawa dan pepohonan.
Taxonomy
|
Family |
: |
Orchidaceae Juss. Genera Plantarum 64–65. (1789) |
|
Subfamily |
: |
Epidendroideae Kostel. Allgemeine Medizinisch-Pharmazeutische Flora 1: 233. (1831) |
|
Tribe |
: |
Dendrobieae Lindl. ex Endl. Gen. Pl., 190 (1837) |
|
Subtribe |
: |
Dendrobiinae Lindl. Ex Endl. Hort. Brit. (Sweet), ed. 3. 638. (1839) |
|
Genus |
: |
Dendrobium Olaf SwartzNova Acta Regiae Soc. Sci. Upsal., ser. 2, 6: 82 (1799) |
Distribusi
Tersebar di daerah Tropical dan Subtropical Asia hingga Pacific dan New Zealand.
Asia Selatan: Sri Langka, Bangladesh, Bhutan, Nepal, Pakistan, India dan sekitarnya.
Asia Timur: Jepang, Taiwan, Korea, Hongkong, China dan sekitarnya
Asia Tenggara: Thailand, Malaysia, Indonesia, Filiphina, Papua Nugini
Australia, New Zealand, dan Tahiti.
Hawaii (Amerika Serikat) dan wilayah pendudukan Inggris di Pasifik.
=============================================
Andaman Island, Assam, Bangladesh, Bismarck Archipelago, Borneo, Cambodia, Caroline Island, China North-Central, China South-Central, China Southeast, Christmas Island, Cook Island, East Himalaya, Fiji, Hainan, India, Japan, Jawa, Kermadec Island, Korea, Laos, Lesser Sunda Island, Malaya, Maldives, Maluku, Marianas, Myanmar, Nansei-shoto, Nepal, New Caledonia, New Guinea, New South Wales, New Zealand North, New Zealand South, Nicobar Island, Niue, Norfolk Island, Northern Territory, Philippines, Queensland, Samoa, Santa Cruz Island, Society Island, Solomon Island, Sri Lanka, Sulawesi, Sumatera, Taiwan, Tasmania, Thailand, Tibet, Tonga, Tubuai Island, Vanuatu, Victoria, Vietnam, Wallis-Futuna Island, West Himalaya, Western Australia

Komentar
Posting Komentar