Anggrek Kuku Macan (Aerides odorata Lour.) Terserang Busuk Pertama Kali Setelah Puluhan Tahun

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pohon memang media terbaik buat anggrek. Tetapi di alamnya sendiri, anggrek juga pilih-pilih induk semangnya (phyto, sedangkan di kebun kita, kita sendiri memaksa anggrek untuk beradaptasi dengan spesies pohon yang ada di kebun kita yang belum tentu cocok dengan karakter anggrek.

Tetapi di sisi lain, anggrek sendiri merupakan makhluk hidup yang tidak sempurna. Ada kalanya kondisinya peak performance, ada kalanya pula stagnan, bahkan mati.

Di kebun admin ada tiga spesies pohon, yakni Rambutan, Jambu, Belimbing Buah, dan Bauhinia. Dua terbanyak yang ditempelin anggrek adalah Rambutan dan Jambu.

Salah satu spesies anggrek yang ditempelkan di pohon Jambu adalah Anggrek Kuku Macan (Aerides odorata Lour.). anggrek yang dikenal juga dengan sebutan Anggrek Lilin, Anggrek Asem, dan lain-lain.

Anggrek ini sudah puluhan tahun di sana. Selama ini mereka baik-baik saja. Berbunga sesuai musimnya. Merimbun juga. Hanya saja beberapa tahun terakhir mulai bermasalah.

2 atau 3 tahun lalu terkena efek Hujan Salah Musim (Udan Salah Mangsa, Jawa) membuat daun-daun anggrek menguning keemasan. Khawatir bisa menjalar ke plant yang sehat, admin melakukan pemotongan dan memindahkan/mengikatnya pada media lain. Beberapa ada yang gagal berujung mati, dan beberapa ada yang berprogress meski waktu yang dibutuhkan cukup lama.

Dan kini, efek badai Nino, membuat Indonesia mengalami kekeringan yang lama. Saat masuk musim hujan berefek pada anggrek Kuku Macan, yakni busuk pucuk. Beberapa plant terkena penyakit ini. Suatu penyakit yang dulunya belum pernah ditemui. Admin hanya mencabut daun-daun teratas (pucuk) yang busuk. Efek busuk pucuk adalah plant tidak bisa lagi memanjang, tetapi bila beruntung akan tumbuh banyak keiki. Yah dibalik kesusahan ada kebahagiaan, begitupun dibalik kebahagiaan ada kesusahan.

Dan memang seperti inilah suka-duka pecinta anggrek. Ada kalanya senang bukan kepalang, dan ada pula sedihnya juga kelewatan, hehe. Semangat!!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya