Mempercepat Progress Anggrek Gundul dengan Menjaga Kelembaban yang Stabil

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kelembaban/humidity merupakan salah satu syarat mutlak yang harus kita penuhi bila menginginkan anggrek-anggrek kita tumbuh subur dan berbunga-bunga.

Salah satu cara memenuhi kelembaban ini adalah menyiram. Ada yang menyiram hanya pagi hari saja, malam hari saja, ada pula yang pagi dan petang, dan bahkan lumayan juga jumlahnya yang menyiram setiap media anggrek kering atau lebih dari 2 kali sehari. Kelemahannya bila anggrek ditinggal bepergian selama beberapa hari, banyak yang bermasalah dan mati.

Padahal menjaga kelembaban itu tidak hanya dengan menyiram, tetapi banyak cara. Tetapi kali ini kita tidak akan membahasnya. Yang kita bahas adalah bagaimana mencari prosentase kelembaban yang pas untuk mempercepat tumbuhnya tunas pada anggrek gundul. Memang ngeri-ngeri sedep. Kalau pas kelembabannya, ya anggrek gundul akan cepat bertunas/berkeiki, bila meleset busuk akan menyerang dan membuat anggrek mati.

Kelembaban yang pas adalah media yang langsung bersentuhan dengan anggrek gundul tidak basah terus-menerus. Maka untuk menjaga agar ‘genangan’ air pada media tanam tidak terlalu melimpah, perlu dibuatkan lubang-lubang supaya air cepat terbuang dan hanya menyisakan sedikit. Dengan begitu media yang bersentuhan dengan anggrek tidak basah tetapi secara keseluruhan kelembaban dalam media terjaga, bahkan prosentasenya tetap tinggi.

Dari pengalaman admin, media teratas yang bagus adalah moss. Karena yang ada adalah moss kering, ya itu yang admin pakai. Media coco fiber memang cepat mengering, tetapi entahlah progress anggrek tidak sebagus moss. Bila yang teratas adalah media pecahan genting/batu bata membuat keadaan media basah terus-menerus dan membuat anggrek gundul gampang busuk.

So pada intinya kita sendiri yang bereksperimen media apa yang cocok yang sesuai dengan tritmen sehari-hari atau sesuai dengan kondisi agroklimat kebun.

Sekedar catatan, admin tidak menambahkan pupuk atau zat pertumbuhan apapun, murni air siraman biasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya