Phalaenopsis Niña, Mungil Seperti Tetuanya

  اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dua hibrid ini memiliki kesamaan nama dalam penulisannya. Sedangkan cara membacanya berbeda, pun dengan silsilah/ansestornya yang tentunya vibesnya pun juga berbeda, banget!.

Pertama, Phalaenopsis Nina

Diregister oleh K.J.McFarlane 1972 dari indukan Phalaenopsis Caruso × Phalaenopsis Juanita. Moyangnya Phalaenopsis amabilis subsp. amabilis, Phalaenopsis amabilis, Phalaenopsis aphrodite, dan Phalaenopsis schilleriana. Kita bisa sedikit berimajinasi tentang tampilan bungnya seperti apa. Yang jelas saisnya termasuk besar untuk kelas Phalaenopsis.

Yang kedua adalah Phalaenopsis Niña (dibaca ‘ninya’)

Merupakan hibrid dari Phalaenopsis pulcherrima x Phalaenopsis Tiny. Diregister Pianta Orch., 1991. Synonym: Doritaenopsis (Dtps) Niña, sebelumnya Phalaenopsis pulcherrima bernama Doritis pulcherrima sebelum ditransfer ke dalam genus Phalaenopsis.

Jadi sudah jelas ya bedanya.

Dan yang mau kita bahas dikit di sini adalah hibrid yang kedua, Phalaenopsis Niña.

Hibrid ini mewarisi ‘taring’ pada labellum yang merupakan ciri khas dari Phalaenopsis pulcherrima. Meskipun Phalaenopsis Tiny juga berindukan Phalaenopsis pulcherrima, tetapi tidak mewarisi ciri khas ini. Rupanya saat disilangkan lagi dengan salah satu induk, Phalaenopsis pulcherrima, dikenal dengan istilah ‘backcross’, rupanya taring ini muncul ‘kembali’.

Nah, hibrid yang saya peroleh ini merupakan remade ya. Entah form/varian Phalaenopsis pulcherrima yang mana, admin tidak tahu. Tetapi yang jelas admin telah membelinya dari seorang breeder lokal. Jadi beliaulah yang tahu dan admin juga belum/tidak menanyakan tentang ini.

Komposisi Species Ancestors:

  • Phalaenopsis pulcherrima 75.0%
  • Phalaenopsis deliciosa 25.0%

Oh ya ukuran plant kecil ya seperti kedua tetuanya. Begitu pula dengan bunganya. Dan sepertinya bentuk daun lebih condong ke gen Phalaenopsis pulcherrima. Begitu juga warna daun yang mana sisi permukaan berwarna hijau, sedangkan sisi bawah keunguan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya