GOTCHAAA!!! Polistes sp. Tertangkap Asyik Mengunyah Lapisan Putih pada Akar Dendrobium Hibrid
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebelum-sebelumnya pernah bertanya-tanya kenapa ada akar yang hilang lapisan putihnya? Hewan apa yang memakannya (tepatnya menguliti)? Siputkah? Atau mungkin terkena penyakit? Yang terakhir ini saya menolaknya karena belum pernah mendapatkan info ada penyakit yang hanya ‘menghilangkan’ lapisan putih saja pada akar.Hingga suatu hari …. GOTCHAAAA!!!
Ketahuanlah si biang keladinya. Rupanya itu adalah sebangsa Tawon.
Sungguh saya g menyangka sama sekali kalau sekelas Tawon Kertas, atau disebut
juga Tabuhan, Vespa, Red Paper Wasp dari genus Polistes
adalah pelakunya. Rasanya g percaya mereka ternyata bisa menjadi hama anggrek
kalau g bener-bener menyaksikannya sendiri.
Jadi dia/mereka ini menggerus atau apa ya istilahnya, ngrikiti (Jawa) lapisan
putih pada akar anggrek (biasanya yang relatif besar kaya Dendro hibrid ini. Belum
ditemukan akar anggrek monopodial yang berukuran besar seperti Vanda atau Aerides diserang). Mungkin sebagai bahan membangun sarang mereka
karena di area sekitar saya juga sulit ditemukan lumpur atau bahan yang
memiliki karakter seperti 'bubur kertas'.
Tanda akar yang terserang lapisan putihnya akan hilang sedangkan bagian/lapisan
hijau akar semakin terlihat/terbuka. Terkadang ada yang tidak rapi atau masih terlihat
sisa-sisa lapisan putih.
Sebenarnya nih guys kalau hanya mengambil aja, saya juga g keberatan. Biar aja lah
mereka ambilin. Tetapi ternyata ada efeknya nih guys, ujung akar lama-lama
kopong yang akan terus merembet ‘naik’ hingga bagian pangkal akar. Tentu berabe
kan ya?
Logikanya akar rentan terkena semacam zat kimiawi yang ada di mulut mereka. Jadi saat menggerus (mengunyah) itu mereka mengeluarkan semacam zat kimia supaya mudah mengambil dan juga supaya ‘bubur’ putih akar tetap seperti bubur (tidak cepat mengering).
Alasan mereka mengambil lapisan putih pada akar anggrek mungkin sebagai bahan untuk membangun sarang guys. Di daerah perkotaan atau area yang jauh dari sungai dan sawah akan sulit menemukan bahan lumpur untuk membangun sarang. Karena itulah mungkin mereka mencari bahan alternatif yang bisa digunakan. Dan dipilihlah akar-akar anggrek.
Sebenarnya Tawon Kertas ini termasuk serangga karnivora, ya yang kalau dipikir2 g mungkin menjadi hama untuk anggrek. Tetapi begitulah rilnya.
Hingga kini saya sendiri tetap g bisa berbuat apa-apa untuk
mencegah atau sekedar menghalau karena mereka ini termasuk beracun kalau
mengentup/menyengat. Saya hanya bisa menanggulangi akar yang sudah 'sakit'
dengan cara memotongnya atau terpaksa mengusir mereka bila sarangnya terlalu
rendah ketinggiannya atau berada pada area yang lumayan dilalui orang.
Ada yang punya pengalaman serupakah?


Komentar
Posting Komentar