Liparis condylobulbon Rchb. f. 1862, Punya Aroma yang Ehem- Ehem

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


 Liparis condylobulbon  mekar kembali, alhamdulillah. Termasuk anggrek yang rajin bunga di kebun admin, minimal setahun sekali. Padahal dulu progress adaptifnya lama … sekitar 3 atau 4 tahun.

Kali ini ada dua tangkai yang muncul dari dua bulb. Satu tangkai panjangnya normal, sedangkan satunya agak pendek dan melengkung pangkal serta ujungnya. Sepertinya abnormal, tetapi bunganya biasa aja, normal maksudnya. Tetapi tidak mekar serentak, jadi berurutan mulai dari beberapa kuntum dari dekat pangkal tangkai bunga sampai ujung. Hingga saat ini semua belum mekar sempurna.

Entah apa sebab dari fenomena ini. Mungkinkah efek El-Nino?

Nah ini yang bikin surpris, ternyata ada aromanya guys! Strange! Serupa aroma Hoya fuscomarginata. Ada yang bilang aroma seperti itu mirip (cairan) semen! Masuknya pada animal scent! Hehe. Tetapi hanya pagi aja ya. Pukul 10 sudah mulai berkurang tajamnya. Meski termasuk tajam ya tetap deketin hidung ya karena ukuran bunga ini yang mini.

Aroma ini tidak ada saat malam. Mungkin apa disebabkan karena bunga telah mekar beberapa hari saat admin mengeceknya? Memang telat karena ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan.

So, InsyaAllah bila ntar mekar lagi akan dicek aromanya saat malam hari.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya