Aerides odorata Lour (14) Kandungan Kimiawi dan Pengobatan Tradisional
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Meski banyak ditanam di rumah-rumah penduduk, tetapi penelitian atau riset tentang kandungan kimiawi serta kegunaannya sangat kurang. Padahal apapun yang diciptakan Allah di dunia ini pasti ada kemanfaatanya, hanya saja memang belum tereskplor dengan baik.
Sejak lama telah digunakan sebagai obat tradisional di beberapa negara. Misalnya di:
- Nepal: pasta yang dibuat dari daunnya dioleskan pada luka dan luka
- India: Buah Aerides odorata Lourdigunakan untuk menyembuhkan luka. Jus yang diekstraksi dari daunnya digunakan untuk mengobati bisul di telinga dan hidung.
- Vietnam: menaburkan bijinya di atas lesi untuk menyembuhkan bisul dan kelainan kulit lainnya.
- Orissa: memadukan akar segar Aerides odorata Lourdengan bubuk akar dari Saraca asoca, kulit kayu dari Azadirachta indica, dan garam biasa untuk membuat obat minum nyeri sendi bengkak. Mereka juga menggunakan jus dari daunnya untuk mengobati TBC.
Penelitian secara modern ternyata ekstrak Aerides odorata Lour menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap strain Escherichia coli yang sensitif terhadap antibiotik, resisten terhadap penisilin, dan resisten kanamisin, organisme yang umum terdapat pada tinja, pada kulit, dan pada infeksi superfisial. Phytoalexins seperti aeridin memiliki efek antimikroba. Sediaan oral India dari anggrek ini, mengandung salisilat alami (bahan dasar aspirin).
Kandungan kimiawi terbesar adalah gigantol, imbricatin, methoxycoelonin, dan coelonin. Sedangkan kandungan dalam dosis mikro/minor ada phenanthropyran, 2 dihydrophenenthrene derivatives dan 2 phenenthrenes {aerosanthrene (5-methoxyphenenthrene-2,3,7- triol) serta aerosin (3-methoxy-9,10-dihydro- 2,5,7-phenanthrenetriol)}

Komentar
Posting Komentar