Aerides odorata Lour (2) Morfologi

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Aerides odorata Lour merupakan anggrek monopodial epifit, yang artinya memiliki satu titik tumbuh dan hidup menempel pada media (pohon). Panjang stem/batang pseudobulb bisa mencapai 1 m yang tertutup rapat oleh seludang daun. Ukuran yang belum pernah dicapai anggrek penulis.




Akar gilig/silindris seperti cacing. Ada akar yang berfungsi untuk melekat pada media (pada habitat aslinya pada (kulit) pohon) dan akar udara yang berfungsi untuk menyerap nutrient dari embun dan udara di sekitarnya. Akar udara miskin percabangan, tetapi berukuran besar dengan ujung berwarna hijau. Akar cabang lebih kecil ukurannya. Akar tua berwarna putih. Semua akar dilapisi vilamen.

 

Daun distichous, tumbuh dalam dua baris vertikal, berbentuk talang, berwarna hijau muda dan berdaging, melengkung cenderung terkulai, selang-seling (opposite), berwarna hijau pucat dengan panjang 15 – 25 cm dan lebar 2 – 5 cm. Ujung daun mucronate lobe (berlobus dua) dan puncaknya emarginate. Ada ligula. Tipe daun ligulate

Bunga mekar biasanya saat pergantian musim (akhir musim panas hingga awal musim penghujan). Untuk bulan tidak mesti ya, karena sekarang iklim dan cuaca berganti-ganti. Terkadang, tapi super jarang, bisa kita jumpai tandan bunga muncul dari ruas-ruas yang telah gundul (pangkal pseudobulb). Karena iklim berubah-ubah, ada tahun anggrek bisa berbunga 2 kali.

Bunga muncul dari ketiak batang, berbentuk liontin (tandan/racemes/terjumbai), panjang bisa mencapai 60 cm dengan lebih 30 kuntum yang wangi seperti spicy/rempah hingga lilac. Permukaan bunga berlapis lilin/glossy.

Walaupun saisnya kecil (2,5 – 4,4 cm), tetapi karena kuntumnya banyak yang tersusun dalam suatu tandan (racemes/racemose) membuatnya banyak disuka.

Warna utama bunganya adalah putih dan ungu yang membentuk corak unik dengan tingkat kecerahan dan kekuatan warnanya berbeda tergantung habitatnya.

Labellumnya sangat istimewa karena berbentuk taji, cakar atau kuku berwarna kuning-hijau dengan bintik-bintik ungu di beberapa bagian. Dari bentuk labellum inilah di Indonesia dikenal sebagai Anggrek Kuku Macan. Yah meski semua member Aerides sejatinya juga punya bentuk labellum seperti cakar/kuku.

 

 

seedpod

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya