Tupai Belum Bisa Dikategorikan Hama Bagi Anggrek

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Belakang rumah masih banyak deretan kebun para tetangga. Rumah-rumah kami memang saling membelakangi dengan kebun-kebun yang masih banyak pepohonannya, meski antar kebun telah ditembok. Apalagi beberapa puluh meter ada sungai yang hanya mengalir pada musim penghujan, membuat banyak hewan yang bertandang ke kebun-kebun kami.



Bangsa Aves dan ular yang paling sering datang. Serta biawak. Mungkin mereka terperangkap di kebun-kebun setelah ditembok. Memang populasi kedua hewan yang disebut terakhir sudah sangat jauh berkurang. Selain g ada mangsa, juga kondisi lingkungan yang mungkin tidak cocok berkembang-biak. Bangsa burung yang masih beterbangan antar kebun.

Dan … satu lagi hewan yang masih bertahan pada kondisi kebun seperti itu, tupai!

Ya, hewan mamalia yang satu ini mampu bertahan. Tetapi semakin lama stok makanan untuk mereka juga kian jauh berkurang. Pohon kelapa yang dulu masih lumayan banyak sudah pada mati, dan pemilik kebun juga pada malas menanam kelapa.

Banyak kebun yang sudah dialihfungsi menjadi kolam-kolam ikan, sehingga mau g mau harus mengorbankan beberapa pohon. Banyak di antaranya pohon buah yang menjadi makanan utama mereka.

Maka, sekarang ini tak jarang mereka pun berkelana ke depan (halaman) rumah yang dekat dengan jalan raya karena di halaman kami masih ada pohon rambutan dan jambu. Beberapa waktu lalu pohon rambutan sudah dipanen mereka, plus para kelelawar dan kalong.

Ya sudah pemilik kebun hanya bisa senyum kecut hehe.

Karena sudah terbiasa ‘bermain’ hingga ke halaman, meski rambutan sudah g berbuah, mereka tetap berusaha mencari makan di area halaman depan. Tak jarang mereka pun memakan apa yang ada, seperti batang/bulb anggrek. Walau g selalu ya karena bagaimanapun anggrek bukanlah makanan utama mereka.

Tak jarang mereka menjatuhkan anggrek yang digantung atau menyenggol pot.

Tetapi kami juga tidak bisa berbuat apa-apa. Ya sudah biarkanlah seperti itu, toh gangguan atau kerusakan juga tidak berlangsung kontinyu, kala-kala aja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya