Tentang Dendrobium × superbiens Rchb.f. 1876 (2): Kasus-kasus
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hibrid alami yang satu ini juga banyak kasusnya, baik secara de facto (ril) maupun de-yure (arsip), utamanya di Indonesia karena hingga sekarang keberadaan alami Dendrobium × superbiens di Indonesia belum/tidak diakui oleh para ahli taksonomi anggrek dunia. Padahal secara resminya, apapun formula alamiah antara Dendrobium bigibbum x Dendrobium discolor, maka akan disebut Dendrobium × superbiens. Tidak peduli formnya bagaimana, di daerah mana terjadi (habitatnya), dan lain sebagainya.
Meski begitu, Kew tidak (belum?) memasukkan Indonesia sebagai native range, dan Papua New Guinea juga belum pernah mengklaim anggrek hibrid alami ini ada di wilayah mereka, meskipun salah satu varian dari Dendrobium bigibbum dan juga berbagai form dari Dendrobium discolor berhabitat di sana.
Tentang Penggolongannya ke dalam Seksi Phalaenanthe
Memang sejak lama sudah dimasukkan ke dalam seksi Phalaenanthe dan pernah menjadi salah satu dari varian Dendrobium bigibbum, yakni var. superbiens (Rchb.f.) F.M.Bailey (1883). Artinya meskipun secara genotipe termasuk anggrek hibrid, tetapi dianggap sebagai anggrek spesies.
Saat H.G. Reichenbach pertama kali mendeskripsikannya pada tahun 1876, menuliskan nama taksonominya ala penamaan spesies, yakni Dendrobium superbiens yang mana spesimennya merupakan koleksi J.G. Veitch yang diambil dari lokasi yang tidak jelas di wilayah Northern Australia.
Mungkin author pertama menganggap apapun yang berasal dari hutan berarti dianggap sebagai spesies, karena ditulis dengan kaidah penamaan spesies.
Tentang Intergeneriknya
Dendrobium bigibbum ada yang (pernah) menggantinya ke dalam genus baru, Vappodes. Maka persilangan dengan Dendrobium discolor bukan lagi termasuk ke dalam persilangan interseksi tetapi sudah merupakan persilangan intergenerik. Statusnya pun berubah menjadi genus baru, yaitu × Vappaculum. Tetapi rupanya pergantian/revisi ini tidak begitu diminati para ahli taksonomi lainnya, plus pecinta anggrek umumnya. Jadi tetap ditulis Dendrobium x superbiens. Itu artinya, Dendrobium bigibbum tetap menjadi nama botani/taksonomi yang syah hingga sekarang.
Tentang Habitatnya
Kew hanya memuat Queensland sebagai native range (area habitat). Jadi di luar (wilayah) itu, tidak diakui sebagai Dendrobium × superbiens. Bahkan (Papua) New Guinea dalam link Orchids of New Guinea tidak pernah memuatnya. Dengan kata lain tidak berani mengklaim Dendrobium × superbiens ada dalam wilayah mereka, meskipun ada juga yang mengatakan anggrek hibrid alam ini juga ada di sana.
Nah bagaimana dengan Kepulauan Tanimbar yang memiliki kedua induk di atas? Apakah tidak diakui sebagai sebaran Dendrobium × superbiens ataukah (yang terduga sebagai) Dendrobium × superbiens Kepulauan Tanimbar sejatinya bukanlah Dendrobium × superbiens?
Tentang Variannya
Hanya ada dua varians yang dicatat dalam laporan/jurnal resmi. Karena kita di Indonesia biasanya berkiblat pada Kew, jadi tidak ada Dendrobium × superbiens ‘Kepulauan Tanimbar’.
Kew hanya mencatat dua varian, yakni
- Dendrobium × superbiens nothovar. superbiens
- Dendrobium × superbiens nothovar. vinicolor
Dari informasi yang ada pada link Kew, muncul banyak pertanyaan dalam benak admin.
- Dimana sih kedudukan Anggrek Larat yang juga merupakan salah satu varian dari Dendrobium bigibbum, apakah silangan alamiahnya tidak bisakah disebut Dendrobium x superbiens kok hingga haree genee belum ada laporan ilmiahnya?
- Apakah mungkin yang selama ini yang disebut-sebut sebagai Dendrobium x superbiens dari Larat (Kepulauan Tanimbar) sebenarnya bukan persilangan induk betina dengan Dendrobium discolor, tetapi Dendrobium seksi Spatulata lainnya?
- Ataukah Dendrobium x superbiens dari Larat (Kepulauan Tanimbar) awalnya dari Queeensland yang kemudian berkembangbiak di sana dan bermutasi form warnanya? Kalau iya berarti mengabaikan keberadaan Anggrek Larat dan juga sebaran dari Dendrobium discolor yang juga ada di Kepulauan Tanimbar bukan?
- Apakah memang Dendrobium X superbiens dari Kepulauan Tanimbar semesterius itu?
- So, apa sih sebenarnya BTSnya?
Nah, selama
belum ada informasi ilmiahnya, boleh bukan kalau admin memberi label
Dendrobium × superbiens nothovar. schroederianum? Yeah supaya tidak
tertukar aja dan mudah untuk dipelajari/diamati.
Admin setuju bila ada yang mengatakan perlu memang dilakukan studi yang lebih mendalam tentang anggrek ini.


Komentar
Posting Komentar