Daftar Indonesia Hibrid Karya Anak Bangsa - Catatan-catatan

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tulisan terakhir, insyaAllah) dari tema Anggrek Hibrid karya para breeder Indonesia memuat tentang persilangan anggrek di luar genus Dendrobium, Phalaenopsis, Vanda, dan Cattleya Alliance selama rentang waktu Oktober 2022 – Juni 2023.

×Papilaenopsis

×Papilaenopsis Surabaya Rainbow: Peps. [Vdts.] Hao Xiang Ni × Peps. L’esprit de Kellock, Abuflora (W.Tjiasmanto)

x Papilionanda

x Papilionanda Hanoi Blue: Vanda Bangkok Blue × Ple. [V.] Miss Joaquim, Abuflora (J.A.Gung)

×Renantanda

×Renantanda East is Red: Renanthera storiei x Vanda [Ascda.] Wilas, Abuflora (J.A.Gung)

Tolumnia

Tolumnia Abuflora Rainbow: Tolu. [Onc.] Jairak Rainbow × Tolu. Golden Sunset, Abuflora

Trichocentrum

Trichocentrum Thai Dancer: Trt. [Onc.] jonesianum × Trt. [Onc.] Josephine Abuflora (J.A.Gung)

Dari daftar ini, kita menjadi tahu kalau sejatinya sudah banyak breeder baru yang mendaftarkan hasil karyanya di RHS. Menggembirakan. Itu artinya dunia anggrek hibrid Indonesia terus bergeliat dan memiliki penerus estafet dari para master. Beberapa ada yang karyanya melejit, tetapi banyak juga yang tidak dikenal. Selain membutuhkan waktu, keberuntungan juga memegang peranan penting apakah suatu anggrek viral atau tidak. Tetapi apapun hasilnya kita berharap dunia anggrek hibrid Indonesia akan terus maju dan bisa menguasai pangsa pasar dunia.

Sebenarnya banyak catatan yang menarik sih ya kalau mau kita ulik lebih lanjut mengenai hibrid Indonesia pada rentang waktu itu, tetapi admin hanya bisa menyorot beberapa ‘kasus’ yang menarik, seperti:

Ada beberapa nama (breeder atau anggrek) yang meragukan, apakah berasal dari Indonesia ataukah luaran, seperti: Mardi, yang mendaftarkan Dendrobium Sheikha Fatima. Dilihat dari nama anggrek hibrid bukanlah khas Indonesia. Memang masih berbau Melayu, tetapi di Indonesia tidak terbiasa memakai nama Sheikha Fatima. Apa mungkin beliau dari Singapore atau Malaysia? Atau memang benar-benar orang Indonesia?

Meskipun Dendrobium tetap menjadi primadona untuk dikembangkan hibridnya secara luas, tetapi ada beberapa breeder Indonesia yang memfokuskan diri pada persilangan intergenerik di luar genus itu dan terus menghasilkan karya-karyanya yang unik-unik. Seperti pada daftar di atas ada ×Papilaenopsis, dan lain-lain.

Randomnya pemberian nama anggrek hibrid dari breeder Dedek Setia Santoso. Ada nama orang, peristiwa/momentum, bahkan karakter animasi dan pewayangan, dan lain-lain. Tentu saja kita akan merasa kesulitan menarik benang merah antara nama dengan vibes anggrek. G usah kita persoalkan karena pemberian nama merupakan hak prerogatif sang breeder. Apalagi tata penamaan anggrek hibrid tidak sedetail/serumis tata penamaan anggrek spesies.

Dari sekian ratus ID anggrek hibrid, hanya segelintir yang bisa sukses dan dikenal di kalangan penggemar anggrek. Tidak mengapa. Para breeder tidak perlu berkecil hati. Selain memperkaya khazanah dunia anggrek hibrid Indonesia, juga siapa tahu viralnya hanyalah masalah menunggu waktu. Who knows?

Nama breeder Abuflora sangat membingungkan. Berdasarkan investigasi di internet, pekebun ini berada di Indonesia, tetapi kalau kita lihat pemberian nama terhadap hasil karyanya menjadi membingungkan karena tampak asing bagi telinga Indonesia atau tidak mencerminkan ke-Indonesia-an. Seperti:

×Renantanda East is Red; Dendrobium Krung Thep; Tolumnia Abuflora Rainbow; Trichocentrum Thai Dancer; Vanda China Blue; Vanda Delft Blue; Vanda Regal Blue; dan x Papilionanda Hanoi Blue

Sedangkan ×Papilaenopsis Surabaya Rainbow meski memakai bahasa Inggris, masih familiar di telinga Indonesia.

Yang menarik, rupanya breeder Abuflora tidak berfokus pada form tertentu atau genus tertentu.

Dengan memposisikan kekayaan plasma nutfah anggrek Indonesia yang menduduki peringkat ke-2 sedunia, memang seharusnya karya-karya hibrid Indonesia berada pada level atas. Tetapi memang hitung-hitungan di atas kertas tidak sesuai kenyataannya. Sulitnya memiliki modal untuk membuat anggrek hibrid merupakan alasan klasik di negeri ini. Belum lagi masalah-masalah lain yang bejibun tentunya menjadi penghambat perkembangan anggrek hibrid Indonesia. Tetapi apapun itu, tetap SEMANGATTTT!!!!

Sumber daftar anggrek hibrid: Annual Supplement to the International Register And Checklist of Orchid Hybrids (Sander’s List) October 2022 – June 2023 Registrations

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya