Mixing Media Anggrek

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Duluuu … g pernah pakai media tanam macam-macam atau mixing antara media ini dan itu dengan alasan mubazir atau buang-buang media. Atau bisa juga untuk menghemat media. Kalau media potongan kayu, ya potongan kayu itu saja yang dipakai untuk satu plant anggrek. Kalau papan pakis, ya papan pakis itu saja. Minimalis dan menghemat media. Tetapi itu duluu … Beda dengan sekarang karena ada anggrek yang nyaman dengan media yang campur-campur, minimal 2 jenis media. 

Tentunya pemilihan media campur-campur ini sudah melalui eksperimen macam-macam berbagai media. Selain itu, alasan yang juga penting adalah menimbang-nimbang cepat/lambat anggrek dalam berprogress. Biasanya semakin berubah-ubah kondisi dan media, progress anggrek sangat terganggu. Karena itu sekarang ini admin memakai tritmen anggrek dengan memixing dua atau tiga lebih media dan mempertahankan media bawaannya.

Misalnya Genus Phalaenopsis hibrid dan spesies, media utamanya adalah papan pakis. Sedangkan media bantu atau media awalnya bisa potongan kayu atau media bawaan (misalnya moss, dan lain-lain).

Memang belum diketahui kesimpulan bagus enggaknya sih ya, tetapi secara umum memang progressnya lebih cepat apabila media bawaan tetap dipakai. Tetapi tentu saja kita yang menyesuaikan cara perawatan (misalnya penyiraman) dengan karakter medianya. Dan juga meminimalkan resiko atau efek negatif yang ditimbulkan oleh media bawaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya