Anggrek Endemik Papua: Dendrobium sagin Saputra, Mustaqim, Metusala & Schuit.
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dendrobium sagin Saputra, Mustaqim, Metusala & Schuit., begitulah authors yang disebutkan dalam jurnal Phytotaxa 459 (2) (2020) 193, fig. 1-3.
Lengkapnya:
- Reza Saputra (PEH, spesialisasi anggrek): pengidentifikasi ulang
- Wendy A Mustaqim: rekan peneliti dari Yayasan Generasi Biologi Indonesia
- Destario Metusala: botanis muda dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
- André Schuiteman: Royal Botanic Garden Kew
Sedangkan plant sebagai sampel milik Dwi Suratman yang menemukan anggrek ini dari bekas tebangan pohon.
Tetapi, entah mengapa Kew hanya menyebutkan dua nama saja, Saputra & Schuit.
Awalnya dilabeli sebagai Dendrobium coeloglossum Schltr. Tetapi saat spesimennya berbunga, ternyata berbeda. Kemudian dikaji-ulang (deskripsi baru).
New Species
Klasifikasi
- Family Orchidaceae
- Subfamily Epidendroideae
- Tribe Dendrobieae
- Subtribe Dendrobiinae
- Genus Dendrobium
- Section Fugacia Smith (1905: 343)
- Species Dendrobium sagin
Dideskripsi tahun 2020.
New Record
Awalnya ditemukan di Kabupaten Sorong, Papua Barat.
Penemuan distribusi baru di Pulau Waigeo, Kabupaten Raja Ampat tahun 2022.
Informasi Lain
Deskripsi: skip
Spesies/ Similar Plant: Dendrobium coeloglossum, Dendrobium lacteum
Kategori Populasi/Status Konservasi: “Critically Endangered (CR)”/langka, hanya ditemukan 9 individu yang tersebar ke dalam 2 populasi (2019).
Habitat: hutan dataran rendah setengah terbuka tetapi tetap terlindung pada ketinggian/altitude 50 m.
Foto: BBKSDA PAPUA BARAT
Komentar
Posting Komentar