Tentang Dendrobium phalaenopsis FitzGerald (6): Versi Mark Clements

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mengapa sebenarnya mencari asal-usul Dendrobium phalaenopsis sangat penting? Karena anggrek ini telah digunakan dalam hibridisasi yang merupakan tetua dari ratusan keturunan hibrid yang aktivitasnya terjadi setelah tahun 1960. Pada salah satu link disebut sejumlah 266 hibrida (pada waktu tulisan tersebut dipublis). Sedangkan Dendrobium bigibbum yang berkerabat dekat ‘hanya’ terdaftar 127 persilangan selama periode yang sama. Tentunya penggemar anggrek di Australia tidak mau kalau silangan-silangan tersebut induknya dari Indonesia.

Mark Clements, (salah satu ahli taksonomi paling terkenal di Australia), juga berkontribusi terhadap kebingungan terhadap dua spesies ini, meskipun mungkin maksudnya tidak begitu. Tetapi apapun itu, pandangan/pikiran Clements memiliki pengaruh yang tidaklah kecil.

1989, Mark Clements mengatakan bahwa ia percaya bahwa jenis spesimen yang digunakan untuk mendefinisikan Dendrobium phalaenopsis sebenarnya dikumpulkan di Queensland (yang membuatnya menjadi bigibbum), dan mengakui bahwa Dendrobium phalaenopsis dan Dendrobium bigibbum adalah spesies yang valid dan terpisah.

Dendrobium phalaenopsis berada di sisi timur Great Dividing Range di Australia utara, dan Dendrobium bigibbum ditemukan di sisi barat pegunungan yang lebih kering serta pulau-pulau Selat Torres dan PNG.

Clements juga menilai bahwa spesies yang dikenal selama bertahun-tahun sebagai Dendrobium bigibbum variety compactum, adalah spesies Australia ketiga yang terpisah, dan memberinya nama Dendrobium lithocola. Karena perubahan yang disarankannya itu menyiakan spesies Indonesia tanpa memiliki nama, dan karena itu ia secara resmi menggambarkannya sebagai Dendrobium striaenopsis. Apa artinya itu? Clements tidak mengakui ^ sebagai milik Indonesia (bahkan endemik), tetapi sebagai miliknya Australia.

Jadi dari pendapat Clements, Jim Brydie menyimpulkan ada 4 spesies yang ‘kembar’, yakni Dendrobium bigibbum, Dendrobium phalaenopsis, Dendrobium striaenopsis, dan Dendrobium lithocola.

1989, meskipun Clements menganggap sebagai variasi dari Dendrobium bigibbum Lindley, tepatnya Dendrobium bigibbum var. macranthum F.M. Bailey, tetapi tetap mengakui bila keduanya sebagai spesies terpisah. Artinya masih ada keraguan pada pendapat Clements.

Sinonimnya menurut Clements:

  • Dendrobium bigibbum var. macranthum F.M. Bailey
  • Dendrobium bigibbum var. phalaenopsis (Fitzgerald) F. M. Bailey, dan
  • Dendrobium bigibbum var. superbumhort. ex Rchb. F.

Clements menganggap Dendrobium phalaenopsis var. compactum C. White sinonim dari Dendrobium lithocola D. Jones & M. Clements. Juga menganggap Dendrobium phalaenopsis var. statterainum hort. ex Sander menjadi sinonim dari Dendrobium bigibbum.

Adapun anggrek serupa yang tumbuh di pulau-pulau di lepas Irian Barat yang dikenal dengan nama Dendrobium phalaenopsis, ia merujuknya sebagai Dendrobium striaenopsis M.Clements dan D.Jones.

Pendapatnya berbeda dengan The International Orchid Commission (1993) yang mencantumkan Dendrobium schroederianum sebagai sinonim etapi pendaftaran hibrid-hibridnya (sudah terlanjur) di bawah nama Dendrobium phalaenopsis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya