Paphiopedilum javanicum (Reinw. ex Lindl.) Pfitzer (2): Karakteristik

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Habitatnya adalah hutan pegunungan yang berada pada ketinggian 750-1900m.

Membutuhkan kondisi lingkungan bersuhu 30°C dan tempat yang cukup teduh atau sedikit cahaya matahari.

 

Plant Habit/Karakteristik Jasad

Disclaimer: informasi di bawah ini bukan berasal dari pengamatan penulis tetapi dari link-link anggrek, karena anggrek milik penulis belum bisa dirawat hingga baik (sampai berbunga).

  • Daun: jumlah sekitar 5 helai, lancet, panjang 3-17 cm, lebar 2-4 cm, permukaan berbintik-bintik hijau pucat dan tua, di bawah hijau pucat, tepi basal bersilia
  • Inflorescence: menyangga 1-kuntum bunga, tinggi/panjang 12-20 cm, ungu, pubescent/berbulu
  • Bunga sekuntum (kadang 2) yang mekar solitaire dengan diameter 7-10 cm dengan durasi mekar kurleb 20 hari. Warna hijau gelap.
  • Akar : serabut, bentuk gilig, tumpul, 0,5 – 0,8 cm, warna coklat – coklat muda, berbulu halus, ujung sering menyempit, tumpul.
  • Bulb: gilig, sangat pendek, beruas, di dalam tanah, bagian aerial tertutup upih daun.
  • Infonya tidak suka atau tidak boleh basah terus-menerus
  • Teduh/ternaung. Bolehlah terkena sinar pagi hingga pukul 9
  • Media sesuai di alamnya yang terestrial/geophyte yakni humus atau decomposed volcanic rocks
  • Kromosom 2n = 38

Khusus untuk Paphiopedilum javanicum, penulis belum menemukan info yang membahasnya secara khusus tentang serangga polinatornya. Tetapi umumnya Anggrek Selop diserbuki oleh serangga sebagai pollen vectors, di antaranya fruit flies (lalat buah), dung flies (lalat kotoran), a fungal spore-eating hoverfly (lalat terbang pemakan spora jamur) (Syrphidae), hoverflies (tawon kertas cs/Hymenoptera), dan lebah.

dari Kew link


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya