Fenomena tak Biasa Dendrobium aphyllum Berbunga Besar tetapi Jumlah Kuntum Lebih Sedikit

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kemarin telah diposting kan ya, Dendrobium aphyllum yang biasanya diameter bunganya kecil, sekitar 5 cm, eh ternyata pas musim bunga, mekarlah ada puluhan kuntum yang mekarnya tidak serempak alias bergantian dengan diameter yang besar, ± 7 cm (foto atas).

Waktu itu saya bertanya-tanya, fenomena apakah ini?

Padahal selama ini di kebun memang ada dua Dendrobium aphyllum dengan diameter berbeda, 5 dan 7 cm. Maka wajar bila saya bertanya-tanya seperti itu. Dan pertanyaan pula, apakah versi 7 cm, kelak bisa berbunga 5 cm dengan bunga kemruyuk? Karena selama ini rumpun dengan diameter bunga 5 cm selalu berbunga banyak (spektakuler – sudah diposting pula pada tahun lalu dan sebelumnya).

Nah, saat melihat-lihat gudang arsip, ada link yang sedikit membahasnya. Judulnya ‘Pengaruh jumlah bunga terhadap ukuran bunga’. Dikatakan terkadang saat musim (ber)bunga, diameter bunga bisa berbeda-beda. Mengapa bisa begitu?

Nah, kata link ini, ukuran dan jumlah bunga merupakan gambaran nyata dari kualitas plant. Alasannya, untuk membuat bunga, anggrek mengolah cadangan makanan hasil fotosintesis yang disimpan di batang ataupun daun menjadi energi. Sedangkan energi yang diperlukan untuk pembungaan itu sangatlah besar, jadi kualitas pembungaan ditentukan oleh (jumlah) cadangan makanan.
Lalu faktor apa sajakah yang mempengaruhi ukuran bunga?

Pertama, kesehatan tanaman. Munculnya bunga apakah tanaman dalam kondisi sehat atau stress? Kondisi stress itu benar dapat memicu pembungaan tapi kualitasnya pun tidak akan sebagus yang sehat, ukuran cenderung kecil dan yang berhasil mekar tidak akan banyak.

Benar. Beberapa kali anggrek di kebun berbunga karena stress. Biasanya kalau g segera dipotong, plant bisa metong, walaupun terlihat dalam mata kita gemoy.

Kedua, jumlah bunga. Musim bunga dengan penurunan suhu yang signifikan dapat memicu anggrek berbunga dalam jumlah kuntum yang lebih banyak dari biasanya, namun semakin banyak bunga artinya jumlah cadangan makanan yang diolah menjadi energi tentu terbagi lebih banyak sehingga individual bunganya pun akan berukuran lebih kecil. 


Apapun penyebab/faktor/alasannya, penyediaan nutrisi yang cukup bagi anggrek merupakan faktor dasar bagi tanaman. Apabila kita merasa anggrek kita kurang nutrisinya, ya diberikan nutrisi tambahan seperti pupuk, vitamin dan menjaganya tetap sehat/fit yang artinya jauh dari serangan hama dan penyakit.

Yeah, walaupun informasi ini bermanfaat, tetapi saya belum puas atas ‘jawaban’ ini. Udah-mudahan bisa menemukan link yang membahas secara ‘detail dan sempurna’.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya