Natural Hybrids Dendrobium Seksi Phalaenanthe X Section Spatulata (3): Kaidah Penamaan/Penulisan Natural Hybrids
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Karena labelnya jelas hibrid (menurut ahli lho), maka tata cara penamaannya seharusnya memang mengikuti kaidah penamaan anggrek hibrid. Tetapi nyatanya tidak hehe.
Penamaan
anggrek untuk natural hybrid sangat unik, yakni memakai tata cara penamaan
anggrek spesies.
Kita ambil contoh Dendrobium x superbiens. Semua hurud ditulis miring/italic dan nama kedua/ephythet huruf kecil. Persis seperti penamaan spesies bukan?. Bedanya ada penambahan letter x di antara nama genus dan grex.
Jadi sudah jelas ya secara de jure perbedaan anggrek hibrid alam dengan spesies.
Nah sebagai anggrek hibrid, nyatanya penamaan anggrek natural hibrid tidak mengikui kaidah penamaan anggrek hibrid. Jadi meski induknya sama, sangat jelas perbedaan antara natural hibrid dan hibrid buatan/rekayasa.
- Dendrobium x superbiens – natural hybrid
- Dendrobium Superbiens – hibrid remade
Perbedaan
yang kedua, kalau ada seseorang yang memakai induk dari Dendrobium x superbiens, yaitu Dendrobium
bigibbum
× Dendrobium discolor untuk dikultivasi/dibudidayakan
dengan cara generatif buatan in-vitro, maka hasil rekayasanya tidak bisa
diklaim sebagai natural hibrid. Tetapi penamaannya memakai kaidah aturan
anggrek hibrid dan boleh didaftarkan (dengan nama yang berbeda). Misalnya Dendrobium
Judy Flere yang memiliki 2 induk
yang sama. Contoh lain ada pada artikel tentang Dendrobium x leeanum.
Komentar
Posting Komentar