Natural Hybrids Dendrobium Seksi Phalaenanthe X Section Spatulata (6): Keistimewaan Natural Hybrid

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Statusnya memang istimewa, karena itu kedudukannya juga istimewa.

Apa saja keistimewaannya?

  • Tidak bisa dibuktikan secara in-vitro (perkembangan generatif melalui laboratorium/pembotolan)
  • Mengandung campuran gen dari kedua induk yang berbeda, tetapi berbeda dengan hibrid biasa
  • Dipublikasi setelah melewati proses pendeskripsian layaknya anggrek spesies dan tidak melalui peregistrasian layaknya anggrek hibrid.
  • Tata penamaan mengikuti kaidah penamaan spesies yaitu semua huruf dari namanya ditulis miring/italic.
  • Menjadi anggrek mandiri dan berbeda meski kedua induknya sama. Misalnya anggrek A dari induk B x induk C. Sedangkan anggrek D dari induk C x induk B. Contoh ada pada artikel selanjutnya.

 

Perbedaan Natural Hybrid dan Hibrid Rekayasa

Secara tampilan, untuk mengetahui anggrek itu natural hibrid atau hibrid biasa, sangat sulit dibedakan (dengan catatan kedua induknya sama). Tetapi biasanya natural hibrid itu hanya terdiri dari 1 - 2 form saja karena seleksi alam yang super ketat. Sedangkan anggrek hibrid hasil rekayasa/remake bisa banyak form. Karena itu harus ada kejujuran di sini, apakah plant yang dimiliki/dijual benar-benar ori alam ataukah hasil remade.

Yang menarik, sebagai anggrek alam pempublikasian terhadap anggrek natural hibrid adalah melalui pendeskripsian, bukan registrasi. Jadi mengikuti aturan (pendeskripsian) tumbuhan spesies. Tetapi meski begitu, banyak hal lain juga dari natural hybrid yang tidak mengikuti aturan tumbuhan spesies. Contoh ada pada tulisan selanjutnya, insyaAllah!

Banyak anggrek hibrid alam yang tidak terkenal. Wajar, karena populasinya juga sedikit. Sering mengalami perubahan nama maupun taksonomi dari induknya, sehingga sulit dicari data lamanya. Karena minimnya informasi ini, kita pun juga akan kesulitan untuk membedakan anggrek natural dengan hibrid biasa.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya