Pencurian Anggrek (1): Apa Itu?

اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pencurian bisa terjadi dimana saja. Bahkan di dunia anggrek. Dan itu telah ada sejak lama (doeloe), baik pencurian beneran (mencuri plant anggrek), atau pencurian ide, karya, dan sebagainya. Nah, artikel kali ini gibah tentang anggrek ‘curian’ ini.

Menariknya anggrek-anggrek curian ini bisa didaftarkan (kalau hibrid) atau dideskripsi (bila spesies) ke lembaga-lembaga anggrek bonafid. Nah lho, kok bisa ya?

Apa saja nih yang termasuk kategori anggrek curian?

Klaim ID

Inilah yang marak di Indonesia. Umumnya yang melakukan ya para penggemar anggrek itu sendiri. Umumnya klaim ID dilakukan karena mirip anggrek lejen, anggrek mahal, atau anggrek populer. Karena itu ada Dendrobium Capung A B C D, atau Dendrobium Caesar G H I J, dan lain-lain.

Kalau sekedar keliru ID atau ID tertukar sih bisa dimaklumi ya. Ya namanya juga manusia banyak salah, keliru, dan khilafnya. Tetapi pada kasus ini memang sengaja dilakukan supaya koleksi anggreknya bergengsi, atau anggrek yang dijualnya bisa terkatrol harganya. Biasanya juga akan dilabeli Anggrek Sultan, Anggrek Jadul, Anggrek Langka, dan sebagainya.

Kasus Klaim ID banyak terjadi pada anggrek-anggrek hibrid, ya karena memang banyak yang serupa, semirip, tetapi pastinya tidak sama. Ingat, dalam dunia anggrek hibrid itu berlaku hukum/pondasi dasar ‘ID sama bunga beda, ID beda bunga sama’. Jadi sebaiknya Klaim ID ini mulai sekarang dihentikanlah.

Klaim ID juga ada yang sampai diregistrasikan ke RHS (the Royal Horcitultural Society).

Berbeda dengan anggrek spesies, klaim ID-nya bisa dimentahkan atau diralat karena patokan anggrek spesies itu (telah) pasti.

Pencurian Karya

Terjadi tahun 2022 dan baru viral tahun 2023 karena banyak breeder korbannya yang baru sadar. Atau mungkin sudah diketahui sejak tahun 2022 tetapi baru diblow-up tahun 2023. Di Fb ya. Kalau di IG entahlah ada apa enggak.

Pencurian Ide/Nama

Mirip Klaim ID, tetapi tetap saja berbeda. Perbedaannya, ID tandingan juga didaftarkan pada lembaga resmi/bonavid semacam RHS, AOS (American maupun Australian Orchids Society), dan lain-lain.

Praktik pencurian nama ini sekarang sudah syah dan lumrah dan masuk dalam kategori revisi dan/atau reklasifikasi anggrek. Yang populer tentu saja Dendrobium phalaenopsis (Anggrek Larat) yang tidak diakui oleh ahli taksonomi Australia, pecinta anggrek di Australia, dan Kew. Padahal ahli botani dari Universitas Hawaii (salah satu di antaranya Kamamoto) mengakui Dendrobium phalaenopsis adalah anggrek endemik Kepulauan Tanimbar atau yang terkenal dengan nama Dendrobium/Anggrek Larat.

 

Beberapa kasus pencurian telah terekam dalam arsip saya. Itu pun yang sekedar diketahui saja ya. Tentunya, di luar contoh-contoh ini, masih banyak kasus pencurian dalam dunia anggrek, baik yang sudah terungkap tetapi saya tidak tahu maupun kasus yang belum disentuh publisitas. Memang ada beberapa catatan anggrek curian tetapi referensinya sangat minim. Dan lagian ada kategori curian yang syah dilakukan, bahkan oleh para ahli taksonomi. Nah lho!

Yuk gercepin….!

Tampilan anggrek seperti ini diklaim namanya 'Dendrobium Sakura Hime'


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keiki, Apa Itu?

Status Sebaran Endemik dan Non-Endemik, Apa Standarnya?

Subtribe Eriinae: Genus Aeridostachya