Pencurian Anggrek (3): Kasus Dendrobium Mantangai
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Indonesia mempunyai anggrek-anggrek misterius yang tidak diketahui asal-usul dan silsilahnya. Banyak di antaranya yang menjadi anggrek lejen berharga mahal. Kita beri contoh Dendrobium Capung.Anggrek ini hingga sekarang sulit ditelusuri, meski penulis mempunyai cerita asal-muasal Anggrek Capung dari pemilik pertamanya (yang mempopulerkannya), tetapi tetap saja sejarah anggrek ini GELAP!
Nah kemudian ada breeder yang ‘mencoba’ membuat duplikatnya. Eh ternyata ‘gagal’ atau tidak sama yang kemudian didaftarkan dengan nama Dendrobium Capung Batu.
Setali tiga uang dengan Dendrobium Capung Batu, ada registrant yang mendaftarkan anggrek dengan nama Dendrobium Mantangai. Asal-usul dan silsilah dari anggrek ini pun juga g jelas. Gelap!. Lah kemudian kok ada yang ‘berani’ mendaftarkan ke RHS dengan nama sama dengan anggrek yang selama ini telah berbeda berpuluh tahun lalu? FYI: Mantangai sendiri merupakan nama daerah di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
Dengan keberanian seperti itu, apakah peregis orang yang lugu, tidak tahu ‘hukum’ anggrek hibrid dan segala macam hal tentang DNA/gen?
Ataukah memang merupakan suatu kesengajaan? Artinya dia punya pengetahuan anggrek yang mendalam tetapi mengabaikan etika?
Atau apakah telah mengujinya dengan tes DNA?
Atau apakah breeder tersebut telah menemukan titik terang dengan membuktikannya melalui persilangan generatif indukan yang misterius itu adalah Dendrobium Bantimurung x Dendrobium bigibbum?
Entahlah!
Hanya saja pembuktian melalui jalur generatif untuk anggrek hibrid sangatlah sulit. Kita tahu Dendrobium bigibbum sendiri punya 4 varian yang masing-masing punya pengaruh yang berbeda.
Dendrobium Mantangai sendiri menurut saya induknya memang Dendrobium bigibbum, tetapi varian yang mana? Warna yang mana pula? Duh blank, hiks!
Selama ini telah dibuktikan Dendrobium bigibbum, baik sebagai seed atau pollen parent, gen warna ungunya sangat kuat dan diwariskan pada hibridnya. Nah, warna Dendrobium Bantimurung sendiri sudah ungu agak gelap yang solid/merata, padahal Dendrobium Mantangai berwarna ungu cenderung pink dengan terlihat warna putih yang kuat, artinya gen warna salah satu induk mampu melawan warna ungu dari Dendrobium Bantimurung. Kemudian jika dikatakan induknya adalah Dendrobium Bantimurung x Dendrobium bigibbum hasilnya akan ungu (tua) solid bukan karena tidak ada moyang berwarna putih? Jadinya kontradiksi bila karakter kedua indukan tersebut disandingkan dengan karakter anggrek Dendrobium Mantangai.
Yang agak meringankan ‘keraguan’ ini adalah tangkai bunga Dendrobium Bantimurung dan Dendrobium Mantangai sama-sama menjuntai. Sama-sama punya banyak kuntum! Itu artinya kedua induk dari Dendrobium Mantangai harus sama-sama memiliki bunga kemruyuk, atau setidaknya salah satu punya kuntum yang sangat banyak agar menyerupai jumlah kuntum dari Dendrobium Mantangai.
Misalnya, katakanlah jumlah kuntum Dendrobium Mantangai 20. Maka perkawinan jumlah kedua induk harus memenuhi syarat 30:10, atau 20:20.
Bagaimana sih
menurut teman-teman, apakah benar Dendrobium
Mantangai merupakan persilangan Dendrobium
Bantimurung x Dendrobium bigibbum?
| OrchidRoots ambil gambarnya |
Komentar
Posting Komentar