Grammatophyllum measuresianum, Sander 1889 - Busuk!
اَلسَّلَامُ عَلَيكُم وَ رَحمَةُاﷲِ وَ بَرَكَاتُه
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Masih banyak PR ya untuk rawat-rawat anggrek, padahal udah 10 tahun suka. Hiks hiks hiks. Mungkin memang disitulah ‘seni’nya ya (penghibur hati wkwkw). Tetapi ya gimana ya, namanya juga sudah suka, jadi ya harus nerima ‘untung-ruginya’. Kalau berhasil ya senang lah ya pastinya. Kalau belum sukses rawat dan mati, ya dilapangkan dada kita menerimanya. Namanya juga makhluk hidup guys.
| Bukan NOID ya, ternyata setelah dicek IDnya adalah Grammatophyllum measuresianum |
Salah satu genus yang belum sukses ada Grammatophyllum. Beberapa kali dapat plant, semuanya sukses wassalam dan tinggal satu plant yang mampu bertahan. Sebenarnya resepnya tahu, tetapi pas dipraktekkan seringkali luput dari ‘SOP’nya.
Plant ini datang sehat dan gemuk ya. Bisalah disebut merumpun dengan sekitar 5 bulb. Apalagi yang tiga bulb nampak gemoy. Tetapi beberapa bulan dari kedatangan, eh busuk.
G bisa dilihat sih ya, karena plant nampak baik-baik saja. Tetapi ternyata pas dicek eh bulbnya yang terlihat ijo dan sehat eh lembek saat dipencet. Alhasil, semua dieksekusi, tinggal dua bulb saja yang masih agak keras. Digunduli (daun dibuang) supaya energi yang tersisa bisa untuk menumbuhkan tunas anakan.
Jadi, kita g pakai media apapun untuk bulb tersisa ini karena katanya Grammatophyllum itu lebih suka kondisi (& media) kering ya daripada basah. Ya sudahlah kita coba dengan tanpa media apapun. Jadi hanya diletakkan pada pot anggrek berlubang-lubang lebar seperti pada foto.
Hasilnya alhamdulillah ada tumbuh anakan ya meski masih kecil. Gpp itu sudah bersyukur bisa melewati masa-masa kritis.
Semoga bisa
berprogress dengan baik ya, aamiin.
Komentar
Posting Komentar